SURABAYA, Tugujatim.id – Penampilan Muhammad Kafiatur Rizky yang menangis di pertandingan Indonesia vs Timor Leste pada Selasa (23/7/2024) malam di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya mendapat banyak sorotan.
Timnas Indonesia U-19 berhasil mengalahkan Timor Leste dengan skor 6-2 dan memastikan diri ke babak semifinal. Satu gol di antaranya dicetak oleh Kafiatur. Pemain yang berusia 18 tahun ini memang tampil mengensankan kemarin malam. Dia sukses membawakan tiga assist untuk tim dan menjadi Man of the Match.
Kafiatur membawa gol penutup bagi Timnas Indonesia saat injury time. Sepakan jarak jauh ke pojok kanan gawang membuat Alexandre Oscar kelabakan. Usai menjebol gawang Timor Leste, dia nampak menangis. Rasa haru dan bangga rasanya membalas perjuangannya segelah mengalami cedera.
Pemain kelahiran 17 Juli 2006 tersebut mengungkapkan alasan mengapa dia begitu emosional di laga Indonesia vs Timor Leste.
“Kenapa saya menangis? Karena dari kemarin saya sudah menargetkan gol dan assist,” katanya saat usai pertandingan di GBT Surabaya, Selasa malam (23/7/2024).
Di momen tersebut, Kafiatur mengaku teringat akan ayahnya yang juga mantan pemain sepakbola. Ayahnya bernama Firmansyah, dia pernah dipanggil untuk seleksi Timnas Indonesia U-19 pada tahun 1997 silam.
“Saya teringat dengan ayah yang juga pemain sepak bola dan nomor punggung 10,” ucapnya.
Kafiatur langsung diberi kepercayaan oleh Indra Sjafri untuk tampil penuh selama 90 menit. Sebelumnya, dia berada di bangku cadangan dan bermain sebagai pengganti.
“Terima kasih Coach Indra, saya senang bisa dapat MOTM dan dapat kepercayaan dari Coach Indra. Semoga saya dapat konsisten, kerja keras, kompak dan lebih fokus lagi,” ujarnya.
Siap menghadpi lawan di Semifinal pada Sabtu (27/7/2024) mendatang, Kafiatur berjanji akan lebih banyak melakukan evaluasi untuk kembali memberikan penampilan terbaiknya bagi Timnas Indonesia U-19.
“Saya sangat senang tetapi masih ada perbaikan ke depan,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Izzatun Najibah
Editor: Darmadi Sasongko








