INDIA, Tugujatim.id – Para dokter India kini melakukan mogok kerja sebagai wujud protes atas dugaan pemerkosaan dan pembunuhan sadis yang menimpa Dr Moumita Debnath pada Rabu (14/08/2024). Kota Kolkota, Benggala, menjadi tempat meninggalnya wanita muda itu.
Seluruh rumah sakit maupun klinik di India menolak pasien selain pasien darurat. Dan banyak orang mengikuti aksi mogok kerja dokter India ini.
Asosiasi Medis India (IMA) memaparkan, kasus tersebut sebagai cermin ketidakamanan ruang bagi perempuan serta merupakan kejahatan yang biadab. Dan IMA meminta negara memperjuangkan keadilan.
Pemerkosaan dan pembunuhan kepada dokter magang wanita berusia 31 tahun itu mengguncang jagad negeri. Diketahui, wanita muda itu diduga diperkosa dan dibunuh ketika beristirahat di aula seminar RG Kar Medical College.
Baca Juga: Dua Hari Berturut-Turut, Pabrik dan Gudang Rosokan Terbakar di Kabupaten Mojokerto
Tubuhnya dipenuhi dengan luka, separonya juga ditelanjangi. Di dalam penyelidikan ditemukan 150 ml cairan sperma di tubuhnya, sangat banyak sekali. Kalaupun dihitung rata-rata per-orang menghasilkan 2-6 ml sperma, walhasil pasti lebih dari sepuluh orang yang melakukan aksi bejat itu.
Ternyata bukan itu masalah satu-satunya. Tragedi ini seperti gunung es dan masalah Dr Moumita pencairnya. Didukung dengan IMA menunjukkan daftar kekerasan yang dialami oleh staf medis. Selama bertahun-tahun, mereka mengaku mengalami kekerasan tersebut.
Bila di kota besar masih mengalami kejahatan seperti itu, maka tidak dipungkiri semua wilayah pasti bakal merasakannya.
RV Asokan selaku Presiden IMA berkata pada BBC “tidak ada tempat aman bagi dokter di semua tempat”. Hasilnya, kasus itu dipindah dari kepolisian setempat ke Biro Investigasi Pusat India (CBI).
Berita seorang dokter yang terkena tindakan keji ini mencuat di kalangan pejabat hingga sampai ke Perdana Menteri Narendra Modi.
“Kejahatan pada perempuan harus segera ditindak dengan hukuman berat,” ujar Narendra.
Baca Juga: Putusan MK Soal Threshold Buka Peluang Calon Baru Hadapi Koalisi Gemuk Pilkada Tuban 2024
Kemudian tragedi ini menjadi ajang menyalahkan di kancah dunia politik Benggala Barat. Partai Bharatiya Janata (BJP) sebagai oposisi menuding partai yang berkuasa Partai Kongres Trinamool (TMC) menjadi sutradara atas kepiluan itu. Namun, tudingan itu sudah ditepis ditambah tuduhan baru sebagai pemicu kerusuhan.
Tercatat puluhan ribu perempuan melakukan aksi di Benggala Barat, aksi para perempuan membawa papan dengan tuntutan “Kemerdekaan berkehidupan bebas serta rasa aman”.
Walaupun protes mayoritas dilaksanakan dengan damai, kericuhan terjadi antara aparat penegak hukum dan sekelompok pria tidak dikenal memaksa masuk Rumah Sakit RG Kar. Terus merusak fasilitas di dalamnya.
Sedikitnya aparat setempat sudah menangkap 25 orang dalam kejadian itu. Disusul dengan protes yang dilakukan di kota-kota lainnya seperti Pune, Mumbai, Delhi, dan Hyderabad.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Muhammad Wahib Ali/Magang
Editor: Dwi Lindawati








