• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Eling Eling Peniwen

Nobar Eling Eling Peniwen. Foto: Istimewa

IPNU-IPPNU Gelar Nobar Film Pembantaian Palang Merah Remaja di Malang oleh Tentara KNIL

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
2 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU)-Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Malang menggelar nobar (nonton bareng) film Ngeling-Eling Peniwen di Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), Sabtu (31/08/2024) malam.

Ngeling-Eling Peniwen merupakan film dokumenter berkisah tentang 12 Relawan Palang Merah Remaja (PMR) yang menjadi korban pembantaian tentara Koninklijke Nederlands Indische Leger (KNIL) saat Agresi Militer. Peristiwa terjadi di Desa Peniwen, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, pada 19 Februari 1949.

You might also like

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

04/06/2026 8:52 PM
Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

04/06/2026 3:30 PM

Tragedi berdarah tersebut diabadikan dalam relief monumen Peniwen Affair yang dibangun 11 Agustus 1983 dan monumen tersebut menjadi salah satu dari tiga monumen Palang Merah di dunia.

Sekitar 50 Peserta hadir dalam pemutaran film yang digelar kerja sama IPNU-IPPNU dan Sanggar Dongeng Kepompong.  Pemutaran film dikemas dalam Kajian Rutin bertema Nyala Api Sejarah dalam membangun Semangat Kemerdekaan.

“Saya tidak tahu latar sejarah monumen Peniwen Affair. Saya ingin lebih mendalaminya. Seperti ungkapan Bung Karno, jas merah. Jangan sekali-kali melupakan sejarah. Kami pelajar yang haus ilmu,” kata M. Syahrul Mubaraq, Ketua IPNU Kabupaten Malang.

Eling Eling Peniwen1
Pemerhati sejarah, Tjahjana Indra Kusuma membedah film Ngeling-Eling Peniwen berdasarkan sejumlah dokumen dan pemberitaan surat kabar.

Pemerhati sejarah, Tjahjana Indra Kusuma membedah film tersebut berdasarkan sejumlah dokumen dan pemberitaan surat kabar. Ia menelisik 350 rubrik dari sejumlah surat kabar. Majalah berbahasa Belanda De Vrije Pers, terbitan Surabaya yang pertama kali melaporkan tragedi Peniwen.

Laporan ditulis oleh pendeta Hilderings dari gereja reformis, setelah membaca rubrik Pewartos Ringkes di buletin bulanan Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) terbit 23 Maret 1949. Tragedi Peniwen digambarkan dimulai sejak 17 Februari 1949 sore, puluhan KNIL mendatangi sebuah klinik rawat jalan dan bersalin Panti Oesodo. Sejumlah perawat dan PMR merawat pasien di klinik tersebut.

Tentara KNIL mengobrak-abrik klinik dan obat obatan dan pejuang. Mereka dipaksa keluar dari klinik, ditendang, dan dibentak. Dengan tangan teringat, satu per satu mereka ditembak di halaman klinik. KNIL kembali datang dan menyerang gereja yang berisi manula, anak-anak dan perempuan yang sedang menjalankan kebaktian. Mereka membunuh warga dan memerkosa tiga perempuan.

“Tragedi itu menampar pemerintah Belanda, melanggar konvensi Jenewa. Dilarang menyerang palang merah, klinik, dan tempat ibadah. Kejahatan perang,” kata Indra.

KNIL melakukan operasi di Peniwen lantaran Desa Peniwen menjadi basis pertahanan pejuang. Intelijen militer Belanda, kata Indra, menyebut Peniwen menjadi tempat persembunyian geng perusuh. “Sejumlah desa di kaki Gunung Kawi, termasuk Peniwen senantiasa memasok logistik untuk para pejuang,” katanya.

Laporan tersebut kemudian menyebar, dikutip sejumlah surat kabar dan menjadi perbincangan di Eropa. Sinode gereja memprotes aksi kekerasan yang dilakukan militer Belanda kepada Dewan Gereja Dunia (World Church Council). Hingga diturunkan tim pencari fakta menelisik tragedi berdarah tersebut.

“Berita itu viral, menjadi perhatian dunia,” kata Indra.

Jenderal Simon Hendrik Spoor yang memimpin operasi militer Agresi Militer memerintahkan dibentuk komite pencari fakta dan menghukum prajurit yang melanggar. Namun, sejumlah prajurit KNIL melakukan operasi pembersihan untuk menghilangkan saksi. Beruntung, TNI berhasil mengevakuasi mereka. Kesaksian mereka, kata Indra, penting untuk mengungkap peristiwa.

Laporannya, komite pencari fakta menemukan fakta terjadi penembakan di klinik Oesada. Namun mereka menutupi fakta jika KNIL juga menyerbu gereja, saat jemaat beribadat. Pada 2016, katanya, Belanda memberikan kompensasi kepada korban rudapaksa. Bahkan, Perdata Menteri Belanda Mark Rutte menyampaikan permintaan maaf.

Kepala seksi pelayanan Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Kabupaten Malang Amirul Tasin menjelaskan PMI telah menerbitkan buku mengenai tragedi Peniwen. Setiap tahun, PMI bersama relawan melangsungkan peringatan tragedi di Peniwen. “Buku terbit berdasar keterangan saksi yang dimintai penjelasan pada 1992 dan 1994,” katanya.

Salah seorang anggota IPNU mengaku pemutaran sekaligus bedah film Ngeling-eling Peniwen untuk merawat ingatan. Sekaligus mengenalkan sejarah kepada para pemuda. “Agar tak kehilangan jati diri dan merawat sejarah,” katanya.

Ngeling-Eling Peniwen  mertupakan karya Cinecronic Film yang didukung oleh Departemen Sejarah Universitas Negeri Malang (UM). Film berdurasi 40 menit ini diputar pertama kali dalam the 13th Conference of the European Association for Southeast Asian Studies (EuroSEAS) pada 25 Juli 2024.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: (PCNUIPNU-IPPNUKNILMalangPMR
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 8:52 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id- Sebagai upaya meningkatkan transparansi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, memasang foto juru parkir (jukir) pada rambu parkir digital di...

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 3:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di...

Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

by Dwi Linda
04/06/2026 1:57 PM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Event tahunan di Banyuwangi, Jatim, jadi salah satu magnet wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Selain memiliki...

Jemaah haji Kabupaten Malang.

Update 2 Jemaah Haji Kabupaten Malang Wafat di Makkah, Sakit Sempat Dirawat di RS

by Dwi Linda
04/06/2026 1:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabar duka datang dari dua jemaah haji Kabupaten Malang yang meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi. Mereka...

Next Post
Panglima TNI Jenderal TNI 3

Latihan Bersama Tentara dari 11 Negara, Ini Pesan Panglima TNI Jenderal Agus Subianto ke Prajurit

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID