TUBAN, Tugujatim.id – Lokasi nelayan hilang di Laut Bulu-Tuban berjarak sekitar 14 Km dari bibir pantai, yang menjadi tantangan selama pencarian. Upaya pencarian Jalil (60) warga Desa Bulujowo, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban di perairan laut utara Jawa dilanjutkan hari ini, Sabtu (7/9/2024) di mana penyisiran sejumlah titik lokasi belum membuahkan hasil.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, Sudarmaji menjelaskan, peristiwa Jumat (6/9/2024) bermula ketika Jalil tidak kembali ke kapalnya setelah menyelesaikan tugas. Korban adalah seorang juru arus yang diduga tenggelam saat sedang bekerja menata lampu rumpon untuk penangkapan ikan. Jalil tidak kunjung kembali setelah ditunggu sekian waktu.
Teman-teman awak kapal lainnya cemas, hingga akhirnya memutuskan untuk naik kapal lain menuju daratan guna melaporkan hilangnya rekan mereka. BPBD Tuban usai menerima laporan segera berkoordinasi dengan Basarnas guna memulai operasi pencarian dan pertolongan. Meskipun upaya pencarian dilakukan sepanjang hari, belum juga membuahkan titik terang keberadaan korban.
“Kami menerima laporan bahwa lokasi kejadian ini berjarak sekitar 26 mil laut atau sekitar 14 kilometer dari daratan, cukup jauh dan menantang untuk proses pencarian. Sampai sore hari tadi, korban masih belum ditemukan,” ungkap Sudarmaji, Jumat (6/9/2024).
Eks Kepala Dinas PRKP Kabupaten Tuban ini menambahkan, operasi pencarian akan dilanjutkan dengan harapan korban dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat. Kondisi cuaca dan jarak yang cukup jauh menjadi salah satu tantangan operasi ini. Koordinasi BPBD dan Basarnas terus dilakukan untuk memastikan pencarian berjalan efektif.
“Besok (hari ini, red) kami akan melanjutkan pencarian. Kami semua berharap yang terbaik, semoga korban dapat ditemukan dalam keadaan selamat,” tambahnya.
Masyarakat sekitar terutama para nelayan, diimbau meningkatkan kewaspadaan saat bekerja di laut dan terus berkoordinasi dengan pihak berwenang jika mendapatkan hal-hal yang mencurigakan atau berpotensi membahayakan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Mochamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








