SURABAYA, Tugujatim.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim menegaskan sebanyak 20 siswa di Situbondo mengalami cacar air (varicella), bukan Mpox atau cacar monyet. Hal ini ditegaskan usai RRI memberitakan terkait adanya 20 siswa terindikasi cacar monyet atau Mpox di Situbondo pada 10 September 2024 perlu diluruskan.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dr Erwin Astha Triyono menyebut adanya temuan 27 kasus cacar air yang menimpa siswa di salah satu sekolah di Situbondo.
“Berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi Dinkes Situbondo, kasus itu bukanlah kasus Mpox, melainkan cacar air (varicella). Ada 27 kasus cacar air yang ditemukan,” kata Erwin.
Dia menjelaskan, cacar air yang terjadi pada siswa di Situbondo ini memiliki gejala yang berbeda dengan cacar monyet. Cacar air ditandai dengan adanya ruam atau bintik-bintik merah berisi cairan yang menyebar ke seluruh tubuh, sakit kepala, nyeri otot, hingga demam.
“Sementara Mpox atau cacar monyet itu gejalanya berupa ruam sampai ada lepuhan pada wajah, tangan, kaki, mata, mulut, dan atau alat kelamin, demam, sakit kepala, pembengkakan kelenjar getah bening di leher, ketiak atau selangkangan juga nyeri otot dan lemas,” imbuhnya.
Dinkes Jatim mengimbau kepada seluruh masyarakat agar segera memeriksakan kesehatan jika menemukan gejala cacar air maupun Mpox. Sebab, kedua penyakit ini dapat menular melalui kontak langsung.
Baca Juga: Jessica Kumala Wongso Makin Cantik dan Glowing bak Artis, Netizen Puji Mirip Ayu Ting Ting
“Cacar air ini dapat menular melalui kontak langsung dengan ruam pada kulit, melalui percikan air liur (droplet), serta kontak dengan benda terkontaminasi bisa baju atau lainnya dari pasien cacar air,” terangnya.
Kendati demikian, Dinkes Jatim mengimbau agar masyarakat tidak panik dan sekolah dapat melakukan pembelajaran secara daring.
“Untuk mengendalikan ini, kami dan sekolah dapat melakukan sosialisasi pola hidup sehat,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Izzatun Najibah
Editor: Dwi Lindawati








