MOJOKERTO, Tugujatim.id – Kabupaten Mojokerto pada September 2024 tercatat mengalami inflasi sebesar 0,02 persen dan daging ayam ras menyumbang inflasi tertinggi.
Laporan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Mojokerto, terdapat 3 kelompok komoditas yang menyumbang andil inflasi terbesar yakni kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar. Kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya. Sedangkan kelompok komoditas yang mengalami deflasi yakni kelompok makanan, minuman dan tembakau.
Masih dari laporan yang sama, Bappeda menyebutkan terdapat 7 kelompok komoditas lain meliputi kelompok pakaian dan alas kaki; kelompok perlengkapan peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga; kelompok kesehatan; kelompok transportasi; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya; kelompok pendidikan; serta kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran tidak memberikan andil terhadap inflasi di Kabupaten Mojokerto.
Laju inflasi tahun kalender (kumulatif) Kabupaten Mojokerto dari Januari 2024 hingga September 2024 tercatat sebesar 1,42 persen. Laju inflasi tahun ke tahun (year on year) periode September 2023 hingga September 2024 sebesar 2,01 persen. Komoditas utama yang memberi andil terbesar terjadinya inflasi ialah daging ayam ras, emas perhiasan, tempe, bawang merah, telur asin, telur ayam ras, beras, pisang, susu bubuk, dan bawang putih. Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga rata-rata dari bulan sebelumnya adalah tahu mentah, jeruk, cabai rawit, melon, pepaya, mie kering instan, cabai merah, ikan dalam kaleng, kemiri, dan apel.
Pada September 2024, inflasi Kabupaten Mojokerto mengalami penurunan dari Agustus 2024 yang mengalami inflasi sebesar 0,13 persen. Inflasi yang terjadi di Kabupaten Mojokerto pada September 2024 banyak mendapat pengaruh oleh naiknya harga daging ayam ras yang disebabkan dari peningkatan permintaan masyarakat tentang adanya peringatan hari keagamaan yakni Maulid Nabi SAW.
Sedangkan untuk komoditas penyumbang deflasi tertinggi di Kabupaten Mojokerto pada September 2024 adalah tahu mentah. Harga komoditas tersebut pada September lalu terpantau mengalami penurunan harga. Turunnya harga tahu mentah disebabkan adanya panen kedelai yang melimpah di beberapa wilayah, serta fluktuasi nilai rukar rupiah sehingga berdampak pada harga impor kedelai dan harga produksi tahu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Darmadi Sasongko








