JEMBER, Tugujatim.id – Debat Publik Kedua Pilkada Jember 2024 mengangkat tema strategi dan inovasi peningkatan pelayanan publik, tata kelola regulasi dan birokrasi. Debat diawali pemaparan visi misi masing-masing Pasangan Calon (Paslon).
Calon Bupati (Cabup) Jember nomor urut 02, Muhammad Fawait, menyoroti minimnya pelayanan publik di Kabupaten Jember. Sedangkan Cabup Jember nomor urut 01, Hendy Siswanto memamerkan prestasi yang didapat Kabupaten Jember, selama dirinya menjabat sebagai bupati periode 2021-2024.
Gus Fawait sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa pelayanan publik di Kabupaten Jember dinilai minim. Hal itu dapat dilihat dari sistem akuntabilitas instansi pemerintahan atau SAKIP (Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah).
“Kita masih berada di urutan terendah seluruh provinsi Jawa Timur. Kita bisa lihat dari indeks reformasi birokrasi bahwa Jember berada di peringkat 35 dari 38 kabupaten kota,” ujar Gus Fawait pada Sabtu (9/11/1014).
Lanjut Fawait, hal itu menyebabkan investasi di sektor riil di Kabupaten Jember mengalami penurunan hingga 51,94 persen. Penurunan tersebut terjadi disaat investasi sektor riil di Jawa Timur, khususnya Banyuwangi dan Situbondo meningkat.
“Justru di Jember investasi di sektor riil itu malah turun, ketika investasi itu turun, maka lapangan pekerjaan tidak terbuka, pengangguran itu masih relatif tinggi, kemiskinan naik bahkan kemiskinan tahun 2023 lebih tinggi dibanding era Ibu Faida tahun 2019,” jelas Gus Fawait.
Oleh karena itu, Fawait menegaskan bahwa jika terpilih sebagai bupati Jember akan melakukan reformasi birokrasi serta terobosan terbaru untuk kemajuan Kabupaten Jember.
Sementara itu, calon bupati dari nomor urut 01, Hendy Siswanto dalam pemaparan visi misinya menekankan pada capaian-capaian selama memimpin Kabupaten Jember.
“Dalam periode kepemimpinan kami, Jember berhasil meraih opini WTP dari BPK RI, hal ini merupakan prestasi tertinggi yang kita capai selama ini, Tahun 2022 Jember mendapatkan penghargaan sebagai kabupaten peduli HAM dan Kemenkumham dengan nilai yang tinggi,” ujar Hendy.
Masih di tahun yang sama, lanjut Hendy, Jember mendapat peringkat pertama terkait capaian peningkatan indeks pencegahan korupsi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia (RI).
“Indeks pelayanan publik dari Kemenpan RB di tahun 2023 mendapat nilai A dan menjadi ketiga terbaik se-Jawa Timur,” tegas Hendy.
Hendy menegaskan, capaian dan keberhasilan tersebut sebagai wujud pengabdiannya kepada masyarakat di Kabupaten Jember. Paslon nomor urut 01 itu juga berkomitmen untuk melanjutkan program-program sebelumnya.
“Kami sudah membenahi di bidang infrastruktur publik, aplikasi Jember Kopi Pintar, J-Kopi, angkutan sekolah gratis, angkutan siswa difabel, pelaporan keselamatan publik (PSC) dan juga perbaikan jalan 2000 kilo lebih, 58 jembatan, jalan desa lingkungan, memasang PJU dan ruang terbuka hijau, mall pelayanan publik dan sebagainya,” jelas Hendy.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter : Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








