• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
AMSI.

AMSI menggelar diskusi jelang pilkada berkolaborasi dengan UNESCO di Jakarta, Kamis (14/11/2024). (Foto: AMSI)

Jelang Pilkada, Kolaborasi AMSI dan UNESCO Kembangkan Kapasitas dan Kualitas Jurnalis lewat Diskusi

Dwi Linda by Dwi Linda
2 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, Tugujatim.id – Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) menyelenggarakan diskusi di Jakarta, Kamis (14/11/2024). AMSI dalam acara ini berkolaborasi dengan UNESCO mengangkat tajuk “Peran Media dalam Pilkada 2024”.

Sebanyak lebih dari 120 peserta ikut dalam acara AMSI ini. Mereka berasal mulai dari pemimpin media, jurnalis, akademisi, hingga mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi. Selain itu, kegiatan ini juga untuk memperingati “The International Day to End Impunity for Crimes Against Journalists” pada 2 November 2024.

You might also like

Tradisi Ngarak Banteng.

22 Juni 2026, Tradisi Ngarak Banteng Empu Supo XVIII Siap Ramaikan Songgoriti Kota Batu

15/06/2026 4:31 PM
Bus Trans Jatim Kepanjen-Arjosari.

15 Armada Siap Mengaspal, Bus Trans Jatim Kepanjen-Arjosari Beroperasi Oktober 2026

15/06/2026 3:43 PM

Diskusi ini jadi rangkaian akhir dari program pengembangan kapasitas jurnalis yang didukung UNESCO program #SocialMedia4Peace yang didanai oleh Uni Eropa.

Ketua Umum AMSI Wahyu Dhyatmika dalam sambutannya mengatakan pentingnya kualitas jurnalisme, termasuk dalam peliputan pemilihan kepala daerah (pilkada).

”Alasan AMSI berdiri pada tujuh tahun lalu membawa misi membantu perusahaan media untuk memproduksi konten jurnalisme yang berkualitas. Kedua yaitu membuat konten yang sehat hanya bisa diproduksi dengan bisnis sehat. Program AMSI ini penting untuk mendukung anggota dalam menulis lebih mendalam daerah sensitif konflik menghadapi pilkada,” katanya.

Baca Juga: Gara-gara Warisan, Adik Kandung di Surabaya Bunuh Kakak dan Ponakan

Sementara itu, Penasihat Menteri sekaligus Wakil Kepala Misi dan Kepala Seksi Politik Delagasi Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Stephane Mechati saat sambutan menyampaikan soal situasi demokrasi dan peran media masyarakat untuk menjaga demokrasi, termasuk di Indonesia.

“Media adalah pilar penting dalam sistem demokrasi. Saat ini kami menghadapi masa sulit demokrasi secara global. Demokrasi menghadapi tantangan karena naiknya populisme, rasisme, islamophobia, dan tidak bisa mengingkari ini terjadi. Jurnalis adalah pembela hak asasi manusia selama mereka bekerja dengan profesional. Karena itu, kami kolaborasi dengan lembaga PBB (UNESCO) untuk mendukung peningkatan kapasitas jurnalis untuk menulis cerita kelompok-kelompok yang tidak terwakili ‘underrepresented’ dari berbagai daerah di tingkat lokal dan melindungi selamatan mereka,” katanya.

Sedangkan Direktur UNESCO Kantor Regional di Jakarta Maki Katsuno-Hayashikawa menyampaikan, sebagai badan khusus PBB, UNESCO memiliki mandat untuk mempromosikan kebebasan pers dan keselamatan jurnalis, diawali dengan pelatihan di tiga wilayah rentan konflik, yakni; Banda Aceh, Jakarta, dan Manado di Sulawesi Utara.

Dia mengatakan, tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kapasitas jurnalis ketika harus meliput isu-isu sensitif terkait pilkada. Sejumlah materi penting seperti jurnalisme solusi, jurnalisme data, “debungking deep fake”, yang juga mencakup alat dan pendekatan untuk menangani disinformasi dan ujaran kebencian sesuai dengan standar kebebasan berekspresi.

AMSI dan UNESCO.
Suasana diskusi AMSI jelang pilkada berkolaborasi dengan UNESCO di Jakarta, Kamis (14/11/2024). (Foto: AMSI)

“Ayo tonton siaran ulang pada link YouTube berikut tekanan terhadap kebebasan berekspresi, kolaborasi antarmedia menjadi model bertahan yang cukup kuat yang memberikan ruang untuk berbagi biaya, merancang format inovatif dan meningkatkan keselamatan jurnalis,” kata Maki.

Program ini diawali dengan pelatihan di tiga wilayah rentan konflik, yakni; Banda Aceh, Jakarta, dan Manado di Sulawesi Utara. Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas jurnalis ketika harus meliput isu-isu sensitif terkait pilkada. Sejumlah materi penting seperti jurnalisme solusi, jurnalisme data, “debungking deep fake”, yang juga mencakup alat dan pendekatan untuk menangani disinformasi dan ujaran kebencian sesuai dengan standar kebebasan berekspresi.

Sebagai tindak lanjut dari pelatihan, AMSI memberi beasiswa liputan kolaboratif serta pendampingan pada 23 jurnalis yang terseleksi. Tonton siaran ulang pada link YouTube yang mengupas permasalahan identitas ganda, kelompok termarjinalkan, dan dinasti politik di sejumlah daerah adalah sebagian tema yang diangkat ke permukaan para penerima beasiswa yang karyanya telah dibukukan dan diluncurkan dalam diskusi ini.

Program Officer AMSI Rudy Andanu pada sesi pertama diskusi memandu dengan mengundang tiga peserta beasiswa liputan yaitu Adhitya Widya Putri dari Deduktif.id (Jakarta), Marshal Datundugon dari Zonautara.com (Manado), dan Nova Misdayanti Mandasari dari Catat.co (Aceh). Mereka dihadirkan untuk membagikan pengalaman selama proses peliputan.

Adhitya dari Dedukti.id menceritakan pengalamannya ketika meliput tentang dinasti politik dan dampaknya pada demokrasi di Banten.

“Pada kasus kami, ciri-cirinya kebanyakan sama. Wilayah yang dipimpin oleh dinasti politik wilayahnya merupakan wilayah tertinggal, daerahnya miskin dan korupsinya tinggi. Tapi selama dan setelah melakukan peliputan ini, saya belum pernah mendapatkan ancaman,” ungkap Adhitya.

Untuk sesi kedua diskusi, Luviana Ariyanti dari konde.co memandu dengan menghadirkan empat narasumber yaitu Elin Yunita Kristanti (Pengurus AMSI/ Pemimpin Redaksi Liputan6.com), Totok Hariyono (Anggota Bawaslu RI), Totok Suryanto (Anggota Dewan Pers), dan August Mellaz (Anggota KPU RI) yang hadir secara daring.

Diskusi AMSI dan UNESCO.
Foto bersama usai diskusi AMSI jelang pilkada berkolaborasi dengan UNESCO di Jakarta, Kamis (14/11/2024). (Foto: AMSI)

Selama pemaparan, Elin Yunita Kristanti mengingatkan agar penyelesaian masalah terkait pemberitaan pers diselesaikan secara beradab dengan mengikuti aturan yang berlaku.

“Jika ada pihak yang tidak setuju atau tidak suka pemberitaan di media, bisa melaporkan ke Dewan Pers,” kata Elin.

Senada, anggota Dewan Pers Totok Suryanto mengatakan, Dewan Pers sudah bekerja sama dengan Kapolri soal kasus sengketa pers.

“Dewan Pers telah MoU dengan Kapolri, di mana jika ada kasus sengketa pers atau ada pihak yang tidak setuju dengan pemberitaan tertentu, bisa lapor ke Dewan Pers bukan polisi,” katanya.

Salah satu trainer dan mentor yang hadir Anastasya Andriarti menceritakan pengalamannya.

Baca Juga: Mayat Pria Lansia Ditemukan Mengapung di Sungai Bengawan Solo Tuban

”Ini pengalaman yang sangat berharga menjadi trainer atau mentor di AMSI dengan UNESCO soal meliput pilkada yang sensitif konflik karena teman-teman jurnalis di lapangan punya dinamika yang luar biasa. Tantangannya adalah soal kolaborasi dengan sesama jurnalis dengan wilayah berbeda,” ujarnya.

Adithya Widya Putri, seorang jurnalis peserta fellowship yang juga menjadi pembicara pada sesi pertama diskusi menilai, kegiatan ini bermanfaat karena materi yang diberikan relevan dengan tantangan yang dihadapi jurnalis dan media dalam isu perkembangan politik di Indonesia dan menjelang pilkada.

“Saya berharap AMSI dan UNESCO dapat mengadakan acara serupa karena konflik sensitif ini adalah isu yang tidak hanya terpusat di beberapa daerah melainkan di banyak daerah di Indonesia,” ungkapnya.

Di akhir acara, ada mini workshop yang dipandu oleh Adi Marsiela dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) tentang panduan keamanan fisik dan digital yang saat ini juga menjadi tantangan dan ancaman bagi jurnalis dan media.

Link EBook UNESCO: https://amsi.or.id/dokumen/detail/58/cerita-dari-lapangan-peran-media-dalam-pemilihan-kepala-daerah-indonesia-2024
Tonton siaran ulang pada link YouTube berikut: https://youtu.be/BO2xHRQp2ZQ. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Jakarta hari iniDiskusi AMSI dan UNESCO.Jakarta hari iniJelang Pilkada Serentak 2024
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Tradisi Ngarak Banteng.

22 Juni 2026, Tradisi Ngarak Banteng Empu Supo XVIII Siap Ramaikan Songgoriti Kota Batu

by Dwi Linda
15/06/2026 4:31 PM
0

BATU, Tugujatim.id - Kota Batu terkenal dengan destinasi wisata pegunungan dengan panorama alam yang memikat. Memasuki bulan Suro dalam penanggalan...

Bus Trans Jatim Kepanjen-Arjosari.

15 Armada Siap Mengaspal, Bus Trans Jatim Kepanjen-Arjosari Beroperasi Oktober 2026

by Dwi Linda
15/06/2026 3:43 PM
0

MALANG, Tugujatim.id - Kabar baik bagi masyarakat Malang Raya, khususnya pengguna transportasi umum. Pemerintah Provinsi Jawa Timur tengah mempersiapkan penambahan...

Tuban

Pria Paruh Baya di Tuban Ditemukan Bersimbah Darah, Polisi Buru Pelaku Penganiayaan

by Mochamad Abdurrochim
15/06/2026 12:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Seorang pria paruh baya di Kabupaten Tuban ditemukan tergeletak di tanah dengan kondisi bersimbah darah usai diduga...

Cuaca di Jawa Timur

Kabut, Hujan Ringan, dan Dominasi Cerah Warnai Cuaca di Jawa Timur Senin 15 Juni 2026.

by Mochamad Abdurrochim
15/06/2026 9:40 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Senin (15/06/2026) menunjukkan variasi kondisi yang cukup kontras, mulai dari kabut, udara kabur,...

Next Post
Menghemat BBM.

15 Tips Menghemat BBM Mobil yang Sering Diabaikan, Bisa Bikin Kantong Tetap Tebal!

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID