SURABAYA, Tugujatim.id – Pasangan calon (paslon) nomor urut 1 Luluk Nur Hamidah dan Lukmanil Khakim optimis dapat merebut suara masyarakat Jawa Timur usai menuntaskan debat Pilgub 2024.
“Kalau demi kepentingan rakyat Jawa Timur maka tidak ada kata mundur bagi kita untuk memperjuangkan hingga sampai titik darah penghabisan,” kata Luluk, Senin malam (18/11/2024).
Membahas soal isu lingkungan hidup, Luluk menyinggung soal Proyek Strategis Nasional (PSN) yang mendapat banyak sorotan ditolak oleh beberapa pihak tidak hanya masyarakat kawan Kenjeran Surabaya. Mantan anggota DPR RI tersebut mengatakan, PSN merupakan buah dari perizinan yang dilakukan pemimpin Provinsi Jawa Timur sebelumnya, dalam hal ini Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak.
Baca Juga: RAPBD 2025, Pemkab Jember Prediksi Kenaikan PAD Rp1,079 Triliun dan Belanja Daerah Rp4,648 Triliun
“PSN di pesisir Surabaya ini adalah hasil keputusan dari pemerintahan yang sebelumnya,” ucapnya.
Untuk itu, jika terpilih di Pilgub Jatim 2024, Luluk-Lukman berencana akan meminta Presiden Prabowo Subianto untuk meninjau ulang atau melakukan moratorium wilayah pesisir Kenjeran Surabaya.
“Karena memang pesisir Surabaya ini dari berbagai sumber yang kami terima dari juga suara-suara NGO keberatan warga masyarakat dan bertentangan dengan RTRW bahkan bertentangan dengan Perda di Jawa Timur,” imbuhnya.
Selain itu, Luluk juga menilai jika PSN Waterfront Land Surabaya tidak melalui studi analisis dampak lingkungan yang diterbitkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup.
Baca Juga: Penemuan Mayat Bayi Mengapung di Sungai Welang Pasuruan, Polisi Buru Orang Tua Diduga Pembuang
“Maka layak kalau kemudian pesisir Surabaya ini untuk kami tolak pada saat ini dan saya tentu akan mengambil risiko dan harus diselamatkan adalah ribuan para kepala keluarga masa depan yang ada di Surabaya,” ucapnya.
Lebih lanjut, Luluk mengatakan, langkah menyelamatkan PSN merupakan langkah bisa diperjuangkan melalui jalur politik.
“Dan kami semua yang harus menyelamatkan daya dukung ekologi, kalau kemudian ini dikorbankan hanya karena sebuah jabatan maka alangkah sia-sianya perjuangan politik,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Izzatun Najibah
Editor: Dwi Lindawati








