Tugujatim.id – Surabaya menjadi kota pilihan Mang Moel untuk pameran solo perdananya. Seniman asal Bandung bernama lengkap Mulyana ini menghadirkan karya seni rupa bertajuk A Man, A Monster & The Sea di Orasis Art Space. Pameran tersebut resmi dibuka pada (23/11/2024) dan akan berlangsung hingga 26 Januari 2025.
Dalam pameran kali ini, Mang Moel menampilkan lima karya ikoniknya, yaitu Mogus World, Satu, Kosong, Modular Monster, dan Kostum. Menariknya, karya-karya ini sebelumnya telah dipamerkan di galeri seni di Amerika Serikat dan Australia. Karya-karya tersebut belum pernah dipamerkan di Indonesia sebelumnya, menjadikan ini penampilan perdana mereka. Menyesuaikan dengan ruang di Orasis Art Space, penataan instalasi karya dibuat berbeda dari sebelumnya, menciptakan pengalaman yang baru bagi pengunjung.
- Daya Tarik Mogus World
Karya unggulan Mogus World menjadi salah satu daya tarik utama. Mogus adalah singkatan dari Monster Gurita Sigarantang, yang diambil dari istilah dalam Bahasa Sunda. Mang Moel menjelaskan bahwa Mogus pertama kali dibuat pada 2008 dan kini telah berkembang hingga lebih dari 150 elemen.
“Mogus World elemennya bagus. Hingga saat ini, Mogus telah berkembang menjadi lebih dari 150 elemen dan terus bertambah, ungkap Mang Moel seperti dikutip dari JawaPos.com.
Karya ini dirajut menggunakan limbah benang dari pabrik di Bandung, memberikan warna cerah dan acak pada instalasi. Meski demikian, Mang Moel juga mengeksplorasi warna monokrom pada karya seperti Satu dan Kosong. Untuk tantangan baru, ia bahkan membuat seni berbahan plastik, yang kali ini dipajang di area luar Orasis Art Space.

- Kolaborasi dengan Westin Surabaya
Tak hanya di Orasis Art Space, karya-karya Mang Moel juga ditampilkan di The Westin Surabaya dalam rangkaian acara Westin FestiveArt. Dua karya yang ditampilkan adalah Heart House dan Sudarsana, dengan dominasi warna pink monokrom yang lembut.
Lala Samsura, Cluster Director of Sales & Marketing di The Westin Surabaya, menjelaskan bahwa pilihan karya Mang Moel pada acara ini adalah bentuk apresiasi terhadap seniman lokal.
“Acara Westin FestiveArt perdana ini dirancang untuk menghadirkan hal yang unik dan menarik, salah satunya adalah karya The Mogus.. Sangat istimewa. Lala Samsura menambahkan bahwa seniman lokal memiliki kemampuan yang setara dengan seniman mancanegara,” seperti yang dikutip dari JawaPos.com.
- Jam Operasional dan Harga Tiket
Pameran A Man, A Monster & The Sea buka setiap hari mulai pukul 11.00 hingga 18.00 WIB. Harga tiket masuknya pun cukup terjangkau, yaitu Rp 88 ribu untuk pengunjung dewasa dan Rp 68 ribu untuk pelajar.
Bagi kalian yang ingin merasakan pengalaman seni yang unik dan penuh filosofi, jangan lewatkan pameran ini di Orasis Art Space dan The Westin Surabaya sebelum 26 Januari mendatang! Cocok banget untuk destinasi liburan akhir tahun ini, baik bersama teman maupun keluarga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Penulis : Ayu Lestari/ Magang
Editor: Darmadi Sasongko








