TUBAN, Tugujatim.id – Pemerintah Kabupaten Tuban memastikan ketersediaan kebutuhan bahan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) aman hingga awal 2025. Namun, lonjakan harga beberapa komoditas tetap menjadi perhatian serius.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas koperasi, UMKM, dan Perdagangan (Diskopumdag) Kabupaten Tuban Agus Setiawan mengatakan, kenaikan harga yang terjadi saat ini masih dalam batas wajar. Menurut dia, hal ini merupakan mekanisme ekonomi biasa saat permintaan meningkat.
“Insyaa Allah stok kebutuhan bahan pokok aman hingga tahun depan. Kalau ada kenaikan harga, itu sifatnya natural karena permintaan juga naik. Tapi, kenaikan ini masih wajar,” jelas Agus, Jumat (20/12/2024).
Baca Juga: 219 Personel Gabungan di Kota Mojokerto Siaga Operasi Lilin Semeru, Ini 5 Pos Pengamanannya!
Untuk menjaga daya beli masyarakat, Pemkab Tuban bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) telah menyiapkan pasar murah. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung minggu depan sebagai upaya membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau.
“Pasar murah ini adalah bagian dari langkah konkret TPID untuk menekan harga kebutuhan pokok agar masyarakat tidak terlalu terbebani,” tambah Agus.
Meski stok kebutuhan pokok terjamin, sejumlah bahan pokok dilaporkan mengalami kenaikan harga signifikan di Pasar Baru Tuban.
Berdasarkan temuan Komisi III DPRD Tuban dalam inspeksi mendadak, harga bawang merah naik dari Rp35 ribu menjadi Rp40 ribu per kilogram. Harga telur ayam yang sebelumnya Rp27 ribu kini mencapai Rp30 ribu per kilogram.
Lonjakan juga terjadi pada cabai rawit keriting, yang naik dari Rp25 ribu menjadi Rp35 ribu per kilogram dalam dua minggu terakhir. Harga cabai rawit biasa pun mencapai Rp35 ribu per kilogram. Selain itu, minyak goreng merek “Minyak Kita” dijual dengan harga Rp17 ribu per liter, melampaui HET sebesar Rp15.700 per liter.
Ketua Komisi III DPRD Tuban Tulus Setyo Utomo menegaskan pentingnya langkah cepat dari Pemkab Tuban untuk mengatasi kondisi ini.
“Kenaikan harga menjelang akhir tahun adalah hal biasa, tapi jangan sampai masyarakat semakin terbebani, apalagi dengan rencana kenaikan PPN menjadi 12 persen tahun depan,” ujarnya.
Pemkab Tuban berharap, sinergi antara pemerintah daerah, TPID, dan berbagai pihak dapat menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Langkah ini diharapkan tidak hanya mengamankan stok, tetapi juga memastikan harga tetap terjangkau bagi masyarakat menjelang pergantian tahun.
Dengan adanya pasar murah dan pengawasan dari TPID, masyarakat diharapkan tetap dapat memenuhi kebutuhan pokoknya tanpa tekanan ekonomi yang berat.
“Kami akan terus memantau dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan agar situasi tetap terkendali,” ujar Agus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








