TUBAN, Tugujatim.id – Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky mengklaim bahwa stok dosis vaksin Covid-19 di Bumi Wali masih terjaga atau terpenuhi. Menurutnya hingga saat ini, pihaknya masih terus mendapatkan jatah vaksin Covid-19 dari pemerintah pusat guna untuk percepatan proses vaksinasi.
“Kita tetap dapat jatah, tapi memang tidak sebesar seperti biasannya. Karena mungkin ada daerah-daerah lain yang diprioritaskan ,” terang Bupati Lindra kepada wartawan usai mengikuti rapat paripurna di gedung DPRD Tuban dengan agenda Nota Penjelasan KUPA-PPAS PAPBD Tahun Anggaran 2021, Kamis (5/8/2021).
Mantan anggota DPRD Provinsi Jatim itu juga menepis kabar stok vaksin Covid-19 di beberapa Fasilitas Kesehatan (Faskes) habis. Sebab, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban punya standar minimum jumlah dosis vaksin yang harus disediakan.
“Kalau stok kita masih terjaga terus, ada standar minimum yang harus kita sediakan. Insyaallah kalau masalah stok tidak ada kendala,” imbuh Bupati Tuban.
Dia mengungkapkan, Pemkab Tuban mentargetkan melakukan vaksinasi 10 ribu dosis hingga 15 ribu dosis perhari. Adapun untuk mencapai target itu, Pemkab Tuban melakukanya dengan jemput bola.
Terkait dengan status Kabupaten Tuban yang masuk dalam penerapan PPKM Level 3, pihaknya tetap mengimbau kepada masyarakat untuk selalu disiplin protokol kesehatan (prokes).
Sebagai informasi, pada pemberitaan sebelumnya, Ketua Komisi IV DPRD Tuban, Tri Astuti menyoroti terkait menipisnya stok vaksin di Kabupaten Tuban.
Menurutnya, jika stok vaksin habis atau belum mencukupi target maka akan berakibat pada tidak terpenuhi tujuan herd immunity yang di harapkan karena pemberian vaksin belum merata.
“Sampai saat ini belum meratanya masyarakat yang mendapatkan vaksin baik dosis pertama maupun dua,” tegas Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Tuban.
Masih kata Tri Astuti, sebab, dalam jangka pendek vaksin dapat menurunkan angka kematian dan kesakitan. Sedangkan untuk jangka panjang nantinya vaksinasi ini di harapkan dapat mencapai herd immunity atau kekebalan komunal.
“Untuk mencapai target itu, pemberian vaksin Covid-19 harus berbasis pada target prioritas dan berbasis pada kesehatan masyarakat (public health),” terang perempuan yang juga menjabat Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Jatim.
Di tempat berbeda, Kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban, Bambang Priyo Utomo saat dikonfirmasi lewat pesan singkat (4/8/2021) membenarkan terkait menipisnya ketersediaan vaksin Covid-19. Namun untuk stoknya belum habis.
“Benar menipis,” kata Bambang Priyo Utomo menjawab pertanyaan terkait stok vaksin di Tuban.
Dari data yang diterima Tugu Jatim, untuk target pemberian capaian vaksin sebanayak 945.728 orang. Dan yang sudah menerima vaksin dosis dua sebanyak 41.847 orang.
Sedangkan pemberian vaksin dosis satu sudah diberikan pada 141.068 orang, dan yang belum divaksin sekitar delapan ratusan ribu orang.