MALANG, Tugujatim.id – Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2025, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Malang (LPPM UM) komitmen membangun budaya peduli lingkungan, terutama soal sampah. Karena itu, LPPM UM menghantarkan calon lulusan sebagai pelopor peduli lingkungan.
Ketua LPPM UM Prof Markus Diantoro menilai persoalan sampah di Indonesia ini harus serius diperhatikan. Menurut dia, sampah bakal memenuhi separo dunia di masa depan jika tidak dikelola dengan baik dan berkelanjutan.
Baca Juga: LPPM UM Gelar International Conference Pendidikan Inklusif, Hadirkan Pemateri dari 15 Negara
“Siapa yang menjaga lingkungan dalam 50 tahun lagi kalau kita saja kini tidak peduli. Kemungkinan 50 tahun ke depan, separo dunia akan menjadi sampah jika tidak memedulikannya,” kata Markus, Jumat (21/02/2025).
Markus mengatakan, produksi sampah per hari mencapai jutaan ton di Malang Raya saja. Sementara Kota Malang sebagai Kota Pendidikan dengan ratusan ribu mahasiswa tidak dipungkiri, ternyata menjadi salah satu penyumbang produksi sampah di Malang.
UM Dorong Mahasiswa Hidup Sehat
Karena itu, UM bergerak cepat mengubah dan mendorong mahasiswanya agar selalu hidup sehat dan peduli lingkungan, terutama bijak mengelola sampah. UM pun menggaungkan budaya peduli sampah di penjuru kampus.
Selain kompeten di bidang keahlian masing-masing, harapannya para lulusan UM nanti menjadi pribadi pelopor peduli lingkungan di daerahnya.

“Kami di UM sudah mulai membudayakan mahasiswa untuk peduli lingkungan, terutama soal sampah. Kami juga menangani sampah yang lebih green dan sustainable agar tidak merugikan lingkungan dan anak cucu kita nanti,” jelasnya.
Menurut dia, kampus UM selama ini juga banyak terlibat dalam aktivitas peduli lingkungan di berbagai negara, baik di bidang sains maupun riset. Mulai di Malaysia, India, hingga Afrika Selatan.
“Kami ingin mengajak berbagai komponen kampus, masyarakat sekitar, hingga dunia supaya lebih peduli pada lingkungan, terutama soal sampah,” kata dia.
LPPM UM Gaungkan Pengabdian Berbasis Isu Lingkungan
LPPM UM di kampus juga terus mengaungkan budaya peduli lingkungan, baik dari sisi penelitian hingga pengabdian kepada masyarakat. Menariknya, penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat yang dinaungi LPPM UM telah banyak yang ke arah kegiatan berbasis isu lingkungan.
Selain itu, UM juga memiliki unit Green Campus sebagai salah satu penggerak kampanye peduli lingkungan. Green Campus UM juga mengelola TPS 3R yang di dalamnya ada bank sampah. Mahasiswa maupun masyarakat sekitar bisa menukarkan sampahnya menjadi uang.

LPPM UM juga mengumumkan pemenang kompetisi Lomba Bijak Sampah Dalam momentum Hari Peduli Sampah 2025. Pihaknya mengorbitkan berbagai konten karya mahasiswa dalam kompetisi yang diikuti 86 kelompok dari fakultas-fakultas di UM itu. Juaranya yakni konten tentang karya paving berbahan sampah dari tim mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin UM.
Masyarakat Bisa Tukar Sampah dengan Uang
Sedangkan Ketua Green Campus UM Prof Sumarmi mengatakan, seremonial pengumuman dan penyerahan hadiah lomba tersebut dilakukan di TPS 3R UM adalah langkah untuk meningkatkan kepedulian mahasiswa terhadap masalah sampah.
Dia mengatakan, TPS 3R itu ada bank sampahnya. Artinya, mulai dari mahasiswa, dosen, dan masyarakat bisa menukarkan sampah diganti uang. Di TPS itu, dia mengatakan, juga ada mesin incinerator atau alat pembakar sampah menjadi sumber energi karya dosen UM.

Bahkan, juga ada budi daya magot dan bekicot. Di dekat sungai TPS itu juga ada bendungan sungai yang didesain sedemikian rupa untuk bisa menyaring agar aliran sungai terbebas dari sampah.
“Kami memiliki misi untuk menjadikan UM sebagai kampus hijau dan peduli keberlanjutan lingkungan. Sampah itu kan problem besar. Jadi, kalau UM diam saja itu tidak sesuai dengan misi kami,” kata Sumarmi.
Baca Juga: Awal 2025! LPPM UM Tekankan soal Kolaborasi Raih Prestasi Anugerah Kinerja Unggul 2024
Dia juga mendorong seluruh keluarga besar UM dan masyarakat untuk mampu melakukan aksi nyata dalam menyikapi persoalan sampah di Indonesia dalam momentum Hari Peduli Sampah Nasional 2025.
“Ayo mulai membudayakan atau membiasakan untuk membuang sampah pada tempatnya. Kalau bisa, semua memilahnya,” ujarnya. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: M. Sholeh
Editor: Dwi Lindawati








