Dinkes Bojonegoro: Telat Lama Vaksinasi Dosis Kedua, Pengaruhi Efektivitas Vaksin

Dwi Lindawati

News

Ilustrasi suntik vaksin. (Foto: Pexels/Tugu Jatim)
Ilustrasi suntik vaksin. (Foto: Pexels)

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro mengimbau warga agar tidak terlambat terlalu lama dalam penyuntikan vaksinasi dosis kedua. Sebab, hal itu bisa memengarungi efektivitas dari vaksin.

“Nanti kalau telat lama akan memengaruhi efektivitas vaksin,” ujar Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Bojonegoro Whenny Dyah Prajanti, Senin (09/08/2021).

Untuk itu, Whenny menganjurkan kepada masyarakat untuk melakukan vaksinasi sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh pihak yang bersangkutan.

“Jika masyarakat yang telat vaksin, mohon dipastikan untuk mengingat baik-baik jadwal vaksinasi kedua,” tuturnya.

Dia menjelaskan, meski tidak ada pengaruh gejala maupun efek samping yang dirasakan tubuh ketika telat melakukan vaksinasi dosis kedua, tapi akan memengaruhi efektivitas vaksin yang disuntikkan ke dalam tubuh.

Dia mengatakan, vaksinasi dikatakan berfungsi meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit sehingga jika suatu saat terpapar penyakit tersebut tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan dan tidak menjadi sumber penularan.

Untuk menciptakan kekebalan tubuh yang optimal, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan para ahli merekomendasikan penyuntikan dua dosis vaksin Covid-19 bagi setiap individu. Untuk rentang waktu penyuntikan dosis pertama dan dosis kedua serta dosis pemberian vaksin berbeda-beda sesuai rekomendasi untuk setiap jenis vaksin yang digunakan.

Sementara itu, Whenny melanjutkan, waktu telat penyuntikan dosis vaksin dosis kedua paling efektif adalah kurang dari 42 hari setelah melewati jadwal vaksinasi tahap kedua.

“Karena banyak macam vaksin, jadwal penyutikan dosis kedua juga berbeda-beda,” imbuhnya.

Sementara itu, mengutip dari Oxford University, ada penjelasan bahwa efek terlambat vaksin berbeda jika menggunakan vaksin AstraZeneca yang mengatakan efek dari telatnya pemberian vaksin kedua justru membuat respons imun tubuh meningkat.

Popular Post

Mengusahakan Pertolongan Ilahi.

Kisah Hidup Pendiri Wardah Resmi Tayang di YouTube, Ini Sinopsis Film “Mengusahakan Pertolongan Ilahi”

Dwi Linda

SURABAYA, Tugujatim.id – Kisah hidup Nurhayati Subakat, sosok di balik kesuksesan PT Paragon Technology and Innovation, hadir dalam film bertajuk ...

Ansor Kota Malang.

PC GP Ansor Kota Malang Terima CSR Tugu Malang ID dan Times Indonesia, Tingkatkan Kader Melek Digital

Dwi Linda

MALANG, Tugujatim.id – Pengurus Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Malang menerima bantuan dana corporate social responsibility (CSR) dari ...

Khofifah.

Khofifah-Emil Silaturahmi ke Rumah Jokowi usai Retreat di Magelang, Ini Isi Petuahnya!

Dwi Linda

SURABAYA, Tugujatim.id – Gubernur dan Wakil Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak usai mengikuti retreat di Magelang, Jawa Tengah, ...

Pelaku mutilasi wanita asal Blitar.

Update! Pelaku Mutilasi Wanita asal Blitar dalam Koper Merah: Mulai Menyesal, Kerap Menangis saat Ingat Anak

Dwi Linda

SURABAYA, Tugujatim.id – Rohmat Tri Hartanto alias Antok, 33, pelaku pembunuhan dan mutilasi Uswatun Khasanah, 29, seorang sales promotion girl ...

Mudik gratis 2025.

Tak Ada Mudik Gratis 2025, Dishub Kota Malang Fokus Bangun Lahan Parkir di Kayutangan Heritage

Dwi Linda

MALANG, Tugujatim.id – Kabar kurang menggembirakan datang dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang. Pihaknya memastikan tidak menyediakan mudik gratis 2025 ...

Tempuran Mojokerto.

Kurang dari Setahun, Tempuran Mojokerto Terendam Banjir Tiga Kali

Dwi Linda

MOJOKERTO, Tugujatim.id – Wilayah Tempuran, Sooko, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, kembali terkena banjir luapan pada Jumat (28/02/2025). Banjir luapan di ...