JEMBER, Tugujatim.id – Selama bulan suci Ramadan 2025, sekelompok musisi dari Patrol Kenari yang bermarkas di Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, Jember, Jawa Timur, giat mengasah kemampuannya.
Selain menyuguhkan hiburan melalui alunan harmoni kentongan, keberadaan mereka yang rutin tampil di sepanjang Jalan Letjen Suprapto sebagai bagian dari persiapan menghadapi lomba musik patrol yang diselenggarakan oleh Universitas Jember (Unej) menjelang Idulfitri nanti.
Penampilan musisi Patrol Kenari pun menjadi daya tarik tersendiri bagi warga sekitar yang menyaksikan kelompok alat musik patrol di tepi jalan. Selain itu, penampilannya pun menjadi hiburan tersendiri bagi para pengendara yang melintas.
Ketua Kelompok Patrol Kenari Angga Priyanto menjelaskan, meski baru berdiri sekitar setahun, Patrol Kenari telah aktif berlomba dalam berbagai kompetisi.
“Kompetisi terakhir kami di KCM pada Januari lalu menunjukkan betapa seriusnya kami menekuni dunia musik patrol,” ujar Angga Priyanto saat ditemui Tugujatim.id pada Senin (03/03/2025).
Dia menuturkan, latihan rutin yang dilakukan tidak semata-mata untuk persiapan lomba, melainkan juga sebagai upaya mengembalikan minat masyarakat terhadap seni musik patrol yang kini mulai tergeser.
Penampilan yang mereka lakukan setelah salat Tarawih menjadi momen untuk menyajikan hiburan positif bagi lingkungan sekitar.
“Kami bersyukur, banyak warga yang antusias menyaksikan sehingga kami bisa menjadi alternatif hiburan yang menyegarkan,” imbuhnya.
Musik Patrol Alihkan Pemakaian Gadget bagi Anak-Anak
Salah satu inovasi yang diusung Patrol Kenari adalah perpaduan antara musik tradisional dan elemen modern. Inovasi ini diharapkan dapat menarik perhatian generasi muda untuk turut melestarikan warisan budaya musik patrol.
“Dalam latihan, kami juga mengeksplorasi lagu-lagu modern agar pertunjukan kami terasa segar dan relevan dengan perkembangan zaman,” ungkap Angga Priyanto.
Kini, Patrol Kenari telah memiliki sekitar 25 anggota yang mencakup berbagai kalangan, mulai dari dewasa, remaja, hingga anak-anak. Proses pembelajaran dilakukan secara bersama, di mana anggota yang lebih berpengalaman memberikan bimbingan baik secara teori maupun praktik kepada yang lebih muda.
Menurut Angga, kegiatan ini memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah mengalihkan perhatian anak-anak dari penggunaan gadget secara berlebihan.
“Melalui kegiatan ini, kami belajar bersama, yang lebih mahir menjadi mentor, sehingga dapat mengisi waktu luang anak-anak dengan aktivitas yang lebih positif,” ujar Angga Priyanto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati







