Tugujatim.id – Fenomena kepindahan para pemain bintang Eropa menuju Liga Arab Saudi kian banyak terjadi hari ini. Pemain sepak bola Eropa muslim yang pindah mulai dari Karim Benzema, Riyad Mahrez, N’golo Kante, Sadio Mane, dan Yassine Bounou.
Kepindahan pemain sepak bola diawali oleh Cristiano Ronaldo yang menerima tawaran fantastis Al-Nassr untuk bermain di Liga Arab Saudi sekaligus membuka gerbang arus migrasi pemain-pemain Eropa. Liga Arab Saudi yang awalnya sangat asing, kini mulai dikenal banyak orang dan menjadi semakin kompetitif.
Daya tarik Liga Arab Saudi tidak hanya karena gajinya yang fantastis, namun Arab Saudi sendiri merupakan tempat yang spesial bagi umat muslim. Tidak sedikit pemain sepak bola muslim yang berstatus sebagai bintang memilih pindah dan bermain di liga tersebut. Berikut beberapa nama besar pemain sepak bola Eropa muslim yang memutuskan untuk menghabiskan sisa karirnya di Liga Arab Saudi.
Deretan Pemain Sepak Bola Eropa Muslim yang Pindah:
1. Karim Benzema
Nama Karim Benzema pastinya sudah tidak asing terdengar untuk para penggemar sepak bola. Melansir dari FotMob, pemain muslim berkebangsaan Prancis tersebut merupakan salah satu pemain kunci Real Madrid dengan total 354 gol untuk El Real.
Total 5 trofi Champions League telah dia persembahkan untuk klub asal Madrid tersebut, membuatnya jadi salah satu pemain krusial untuk Los Blancos. Tidak hanya itu, Benzema juga mendapatkan Ballon D’or, sebuah penghargaan untuk pemain terbaik di dunia, yang mana semakin melengkapi kesuksesannya bersama Real Madrid.
Benzema sendiri pindah dari Real Madrid menuju Al-Ittihad pada 2023 dengan status free transfer. Total 34 gol dari 55 pertandingan sudah dicatatkan bersama Al-Ittihad meski ini baru musim keduanya.
2. Riyad Mahrez
Pemain muslim lain yang hijrah merupakan mantan pemain Manchester City, Riyad Mahrez. Kemampuan dribble-nya yang khas menjadi alasan dibelinya Mahrez dari Leicester City. Di Manchester City, dia menjadi pemain kunci di bawah asuhan Pep Guardiola dan sukses catatkan total 78 gol tim yang bermarkas di Etihad tersebut.
Perannya di Al-Ahli saat ini lebih menjadi seorang playmaker dibandingkan sebagai pemain yang memporak-porandakan sisi sayap lawan dengan kemampuan dribble-nya. Melansir dari FotMob, statistik kesuksesan dribble bolanya berada di 47,5%, menunjukkan kemampuan dribble-nya yang menurun. Tapi, total akurasi passing 85,4% dan akurasi umpan crossing 34,8% membuktikan bahwa dia masih bisa menjadi pemain efektif walaupun cara bermainnya berubah.
Baca Juga: Lima Pemain Sepak Bola Muslim di Liga Inggris 2025! Mulai dari Big Six Hingga di Tim Baru Promosi!
3. N’golo Kante
Penggemar sepak bola tentu tidak akan melupakan nama N’golo Kante. Dia merupakan pemain kunci baik di Chelsea maupun di Timnas Prancis. Postur tubuhnya yang tidak terlalu tinggi tidak menghalangi keefektifannya dalam menghadang musuh di area tengah, menjadikan Kante sebagai salah satu pemain yang sangat sulit untuk dilewati.
Total raihan satu gelar Champions League dan satu gelar Piala Dunia sudah cukup membuatnya masuk dalam daftar pemain bintang dunia. Tawaran Al-Ittihad pada bursa transfer musim 23-24 diterima oleh Kante yang saat itu berstatus free transfer dari Chelsea.
Total 69 pertandingan sudah dicatatkan Kante bersama tim asal Arab Saudi. Dia menjadi pilihan utama di hampir semua pertandingan. Saat ini, Al-Ittihad menjadi pemuncak kelasemen sementara. Tentu saja, peringkat Al-Ittihad musim ini tidak lepas dari peran Kante di gelandang bertahan yang tampil solid.
4. Sadio Mane
Penggemar Liverpool pasti tidak akan lupa pada jasa Sadio Mane, di mana dia merupakan salah satu pilar utama trisula Liverpool di bawah asuhan Jurgen Klopp bersama dengan Mohamed Salah dan Roberto Firmino. Satu gelar Champions League dan satu gelar Premier League berhasil dia catatkan bersama Liverpool.
Sempat pindah ke Bundesliga, Sadio Mane akhirnya berlabuh ke tim Arab Saudi, Al Nassr, yang mana juga merekrut mega bintang Cristiano Ronaldo. Selama di Al-Nassr, total 27 gol sudah dicatatkan olehnya, membuktikan bahwa Sadio Mane masih tampil bagus.
5.Yassine Bounou
Mungkin Bounou tidak sama dengan beberapa pemain yang telah disebutkan di atas, dimana dia berkarir di La Liga bersama dengan Sevilla. Namun, performa apiknya bersama tim nasional Maroko kala Piala Dunia 2022 Qatar membuat Al-Hilal tertarik untuk meminangnya. Sejak didatangkan, dia langsung menjadi kiper utama untuk Al-Hilal, dengan total 78 pertandingan yang dimainkan.
Meskipun kepindahan seorang pemain ke Liga Arab sering dianggap penggemar sepak bola sebagai akhir dari karir pemain, nyatanya mereka masih menunjukkan performa yang stabil. Dengan banyaknya pemain bintang Eropa, termasuk pemain muslim, Liga Arab Saudi berpotensi menjadi semakin kompetitif dan menarik untuk diikuti.
Faktor religius dari negara Arab Saudi sendiri juga menjadi pertimbangan penting bagi pemain muslim, menjadikan liga ini lebih dari sekadar tujuan akhir untuk karir. Selain itu, investasi besar-besaran klub-klub Saudi tidak hanya meningkatkan kualitas liga, tetapi juga menarik perhatian penggemar sepak bola global. Jika tren ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin Liga Arab Saudi akan selevel dengan liga-liga top dunia di masa depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Saddam Alvaro N.P/Magang
Editor: Dwi Lindawati







