MOJOKERTO, Tugujatim.id – Di balik reruntuhan batu bata merah yang tersembunyi di Trowulan, Mojokerto, Candi Gentong menyimpan kisah kejayaan Kerajaan Majapahit yang masih menjadi misteri. Sebagai salah satu situs bersejarah, Candi Gentong Majapahit ini menjadi saksi bisu peradaban besar yang pernah menguasai Nusantara.
Candi Gentong merupakan bagian dari kompleks percandian yang diduga berperan penting dalam kehidupan spiritual masyarakat Majapahit. Bersama Candi Menak Jingga dan Candi Gedong, candi ini diyakini memiliki keterkaitan dengan ajaran Buddha.
Baca Juga: Fakta Menarik Candi Gentong, Banyak yang Belum Tahu!
Relief dan struktur bangunannya menunjukkan bahwa pada masa itu, keberagaman agama di Majapahit hidup dalam harmoni yang kuat. Keberadaan candi ini juga menandakan tingginya toleransi beragama yang berkembang pada masa Majapahit, di mana Hindu dan Buddha menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan sosial dan politik kerajaan. Hal ini menunjukkan bahwa Majapahit tidak hanya kuat dalam bidang militer dan ekonomi, tetapi juga dalam aspek sosial dan budaya yang mengedepankan nilai-nilai keberagaman.
Menurut penelitian Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur, Candi Gentong memiliki arsitektur khas Majapahit dengan material utama batu bata merah. Struktur ini menunjukkan keahlian tinggi dalam pembangunan karena batu bata merah yang digunakan memiliki daya tahan kuat meskipun telah berusia ratusan tahun.
Sayangnya, seiring waktu, banyak bagian Candi Gentong Majapahit yang rusak dan tertutup tanah akibat faktor alam dan kurangnya perhatian. Kini, hanya puing-puing yang tersisa, mengisyaratkan perlunya upaya pelestarian lebih lanjut agar situs ini tidak hilang ditelan zaman.
Menariknya, lokasi Candi Gentong Majapahit berada dalam tata ruang yang diyakini menerapkan konsep mandala, yaitu pola penataan yang sering digunakan dalam pusat pemerintahan atau tempat suci Majapahit. Dalam konsep ini, sebuah kerajaan atau kota suci diatur dengan pusat utama yang dikelilingi oleh berbagai zona fungsional. Hal ini memperkuat dugaan bahwa candi ini memiliki peran penting dalam aktivitas keagamaan atau ritual kerajaan.
Diperkirakan, Candi Gentong digunakan sebagai tempat pemujaan atau pusat meditasi bagi para biksu dan rohaniawan Majapahit. Ritual-ritual keagamaan yang dilakukan di tempat ini kemungkinan besar memiliki hubungan erat dengan ajaran Buddha Tantrayana yang berkembang pada masa Majapahit.
Selain memiliki nilai historis yang tinggi, Candi Gentong juga menyimpan potensi besar bagi sektor pariwisata. Dengan pemugaran dan promosi yang tepat, situs ini dapat menjadi destinasi wisata sejarah yang menarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Namun, tantangan besar masih menghadang, mulai dari minimnya pendanaan hingga kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian situs bersejarah ini.
Salah satu cara untuk meningkatkan minat wisatawan adalah dengan mengadakan festival budaya tahunan di kawasan ini, yang menampilkan seni, musik, dan ritual khas Majapahit. Dengan begitu, Candi Gentong dapat lebih dikenal dan menarik perhatian publik.
Pemerintah dan masyarakat setempat kini mulai gencar mengupayakan ekskavasi dan pelestarian agar jejak sejarah ini tidak semakin pudar. Sejumlah upaya konservasi telah dilakukan, seperti pemetaan ulang kawasan situs dan dokumentasi bagian-bagian candi yang masih tersisa.
Namun, langkah lebih lanjut masih diperlukan, termasuk peningkatan edukasi kepada masyarakat dan integrasi Candi Gentong dalam rute wisata sejarah Majapahit di Trowulan. Peningkatan infrastruktur, seperti jalur akses yang lebih baik serta pusat informasi sejarah, juga dapat membantu menarik lebih banyak pengunjung untuk mengenal lebih dalam tentang warisan Majapahit ini.
Baca Juga: Candi Gentong, Jejak Sejarah Majapahit yang Terlupakan
Banyak sejarawan berharap bahwa penelitian lebih lanjut dapat mengungkap lebih banyak fakta tentang kehidupan keagamaan dan budaya pada masa Majapahit. Candi Gentong bukan sekadar peninggalan fisik, tetapi juga jendela bagi generasi mendatang untuk memahami kejayaan kerajaan yang pernah menguasai Nusantara. Dengan kesadaran dan upaya bersama, situs ini dapat menjadi bukti nyata kejayaan Majapahit yang tetap lestari di tengah arus modernisasi.
Sebagai warisan budaya yang berharga, pelestarian Candi Gentong Majapahit bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh masyarakat. Dengan penelitian dan pemeliharaan yang berkelanjutan, situs ini dapat terus memberikan inspirasi bagi bangsa dan menjadi bukti nyata kejayaan masa lalu yang tetap hidup di masa kini dan mendatang. Diharapkan, dengan lebih banyak perhatian terhadap situs ini, Candi Gentong dapat kembali bersinar dan menjadi bagian dari kebanggaan sejarah Indonesia yang tidak boleh dilupakan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Fawwaz Ravi Akbar/Magang
Editor: Dwi Lindawati








