MOJOKERTO, Tugujatim.id – Kawasan Tempuran, Sooko, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, yang menjadi langganan banjir baru terpasang alat deteksi dini bencana. Pemasangan alat EWS untuk antisipasi banjir.
Hal ini terlihat pasca pengaplikasian alat Early Warning System (EWS) di desa tersebut oleh Wakil Bupati (Wabup) Mojokerto M. Rizal Oktavian. Alat EWS ini merupakan serangkaian sistem yang memberikan peringatan dini kepada masyarakat tentang potensi terjadinya kejadian alam maupun bencana yang membahayakan, sekaligus bertujuan untuk mengurangi dampak negatifnya.
Baca Juga: Kurang dari Setahun, Tempuran Mojokerto Terendam Banjir Tiga Kali
Wabup Rizal mengatakan, dengan adanya alat EWS yang diterapkan di Tempuran ini diharapkan dapat membantu masyarakat untuk mengatasi bencana banjir yang masih mengancam warga di daerah tersebut.
“Melalui teknologi ini (EWS) kami berharap bisa membantu mengurangi risiko dan dampak dari bencana banjir yang kerap melanda daerah Tempuran ini,” ujarnya melalui keterangan resmi, Rabu (26/03/2025).
Bupati Ajak Tingkatkan Siaga
Selain itu, Wabup Rizal juga mengajak pihak-pihak terkait untuk memanfaatkan dan menjaga alat EWS ini dengan maksimal. Sebab, saat terjadi bencana atau kejadian alam, fungsi dari sistem EWS ini begitu vital dan bila terjadi kendala saat sedang dibutuhkan dapat menimbulkan dampak kerugian yang masif.
“Mari bersama-sama meningkatkan kesiapsiagaan dan kesadaran dalam menghadapi bencana sehingga kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih tangguh dan aman,” ujarnya.
Bencana banjir memang kerap menjadi momok tahunan bagi warga di Tempuran. Kawasan yang memiliki karakter daratan rendah sekaligus derasnya sungai Avour Jombok saat musim hujan diduga menjadi penyebab utama banjir tahunan yang selalu terjadi. Maka, kini daerah tersebut terpasang gawai penunjang EWS di tepi Avour Jombok.
“Terdapat dua perangkat EWS yang dipasang, yakni perangkat sensor pengukur tinggi muka air (TMA) dengan sistem sonar, dan perangkat alarm peringatan dini bencana yang dilengkapi dengan lampu rotary, lampu dan sirine tersebut akan menyala sebagai penunjuk status, seperti siaga atau awas,” ungkap Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Mojokerto, Yoie Afrida.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








