MALANG, Tugujatim.id – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi mulai berdampak pada biaya operasional pemerintah daerah. Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Pemkot Malang mulai mengkaji kemungkinan beralih dari kendaraan dinas berbahan bakar fosil menuju kendaraan listrik.
Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin mengatakan, penggunaan kendaraan listrik telah menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan pemerintah sebagai langkah jangka panjang untuk menekan biaya operasional sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan.
Menurut dia, lonjakan harga BBM jenis Pertamax menjadi salah satu faktor yang mendorong perlunya kajian terhadap alternatif moda transportasi yang lebih hemat dan berkelanjutan.
Baca Juga: Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Warga Probolinggo Mulai Beralih ke Pertalite
“Tentu untuk efisiensi anggaran, kendaraan listrik bisa menjadi salah satu pilihan ketika harga BBM mengalami kenaikan. Tetapi semua harus melalui perhitungan yang matang,” ujarnya.
Meski demikian, Ali menilai pengadaan kendaraan listrik baru belum menjadi pilihan yang realistis di tengah kondisi fiskal dan kebijakan efisiensi anggaran saat ini. Karena itu, skema penyewaan kendaraan listrik dinilai lebih memungkinkan dibandingkan pembelian unit baru.
“Kalau membeli kendaraan baru tentu membutuhkan anggaran yang besar. Menurut saya, sistem sewa lebih memungkinkan dan berpotensi menghasilkan efisiensi yang cukup besar,” katanya.
Infrastruktur Kendaraan Listrik di Kota Malang Dinilai Memadai
Ali menambahkan, dari sisi infrastruktur, Kota Malang dinilai telah cukup siap mendukung penggunaan kendaraan listrik. Sejumlah stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) milik PLN telah tersedia di beberapa lokasi strategis.
Namun demikian, Pemkot Malang masih menunggu hasil kajian yang dilakukan badan keuangan dan aset daerah (BKAD) untuk membandingkan tingkat efisiensi dari berbagai skema yang tersedia.
Kajian tersebut akan menghitung biaya operasional apabila pemerintah tetap menggunakan kendaraan berbahan bakar minyak, membeli kendaraan listrik baru, maupun menerapkan sistem sewa kendaraan listrik.
“Semua masih dalam proses perhitungan oleh BKAD. Nantinya skema yang paling efisien akan menjadi bahan pertimbangan pemerintah,” jelasnya.
Kenaikan Harga BBM Mulai Bebani Operasional DLH Kota Malang
Di sisi lain, dampak kenaikan harga BBM terbaru mulai dirasakan oleh sejumlah organisasi perangkat daerah, salah satunya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang.
Ali menyebut kenaikan harga bahan bakar telah menyebabkan biaya operasional di DLH mengalami peningkatan yang cukup signifikan sepanjang 2026.
“Ini menjadi gambaran bahwa biaya operasional di DLH memang mengalami kenaikan yang cukup besar akibat penyesuaian harga BBM,” tandasnya.
Kajian penggunaan kendaraan listrik tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk menjaga efisiensi belanja daerah sekaligus mendukung percepatan transisi menuju energi yang lebih ramah lingkungan di Kota Malang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer : M Sholeh
Editor: Dwi Lindawati








