Tugujatim.id – Idulfitri atau Lebaran menjadi momen penuh suka cita bagi umat Muslim. Momen ini biasanya ada berbagai hidangan yang menyajikan merk biskuit dan sirup yang menjadi andalan saat Lebaran.
Ya, momen Lebaran tidak hanya diisi dengan salat Id dan hidangan khas saja, tetapi ucapan-ucapan selamat yang beragam turut meramaikan suasana tersebut. Berbicara soal hidangan, umumnya tersaji berbagai makanan khas Lebaran. Mulai makanan berat seperti opor ayam, ketupat, maupun rendang hingga aneka kue kering yang siap disantap kapan saja saat tamu datang.
Baca Juga: Weweh, Tradisi Khas Penuh Kehangatan Jelang Lebaran
Saat sedang silaturahmi, suguhan berupa kue kering dan beragam camilan dalam kemasan selalu ada di meja tamu. Umumnya berbagai merk makanan ringan populer kerap kali menjadi pilihan utama, mulai biskuit dalam kemasan kaleng yang ikonik, wafer renyah dengan lapisan krim, hingga permen dan cokelat yang dapat dinikmati berbagai kalangan dan usia.
Ternyata, ada hasil survei dari GoodStats tentang merk favorit kue kering kaleng menurut penduduk Indonesia. Dari hasil survei tersebut, merk Khong Guan menempati posisi paling atas dengan dominasi sebesar 46%. Disusul, Tango dengan 14,5%, Nissin dengan 12,1%, Oreo dengan 10,2%, Monde dengan 6%, Astor dengan 5,2%, dan merk lainnya dengan 6%.
Hasil survei ini sekaligus menunjukkan bahwa biskuit kaleng Khong Guan yang legendaris tersebut masih menjadi pilihan utama (top of mind) dari berbagai kalangan saat Lebaran. Keberadaan biskuit kaleng ini ternyata begitu melekat dengan momen Idulfitri. Selain itu, citra nostalgia yang kuat menjadikan biskuit kaleng Khong Guan menjadi ikon khas perayaan Hari Raya Idulfitri.
Pada urutan kedua, Tango yang dikenal sebagai wafer krim begitu lekat dengan Lebaran. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat juga menyukai makanan ringan dengan rasa yang manis serta bertekstur renyah. Sementara, Nissin dan Oreo menambah variasi pilihan camilan dengan kemasan yang praktis dan karakter rasa yang khas.
Selain merk-merk utama tersebut, produk lain seperti Monde (6%), Astor (5,2%), dan merk dalam kategori lainnya (6%) mendapatkan tempat tersendiri dalam momen Lebaran. Hal tersebut menunjukkan bahwa meski telah terdapat beragam merk favorit, masyarakat masih menyajikan macam-macam jenis camilan sebagai bentuk penghormatan saat menjamu tamu.
Marjan Raih Suara Tertinggi
Tidak ketinggalan, selain merk makanan ringan, minuman kemasan seperti sirup juga masih menjadi favorit untuk menyambut tamu. Biasanya minuman ini disuguhkan dalam keadaan dingin sebagai pengusir dahaga di tengah suasana Lebaran.
Masih dari hasil survei GoodStats, sirup Marjan kukuh pada posisi puncak dengan raihan suara 42,2%. Persentase tersebut menjadikan Marjan pilihan utama dalam setiap momen Lebaran. Sirup juga telah lama menjadi bagian tradisi Idulfitri di Indonesia.
Biasanya minuman sirup disajikan dalam variasi rasa beraneka macam serta dicampur dengan es batu. Campuran tersebut disuguhkan untuk memberikan kesegaran bagi tamu yang datang berkunjung.
Selain Marjan, sirup lain seperti ABC juga populer melalui dua varian andalan, yakni ABC Squash (19%) dan ABC Special Grade (13%). Persentase tersebut menunjukkan bahwa minuman dengan bahan dasar sirup masih menjadi minuman andalan saat Lebaran. Terlebih bila mengingat kesederhanaan dalam penyajian serta cita rasa manis yang khas dari minuman sirup tersebut.
Selain minuman dari sirup, minuman bersoda juga menjadi alternatif bagi sebagian masyarakat untuk momen Lebaran. Coca-Cola bercokol pada urutan setelah minuman sirup dengan persentase 9%, disusul oleh Fanta (6,2%) dan Sprite (5,2%).
Minuman bersoda dijadikan alternatif sebab rasa segar yang ditawarkan untuk mengisi obrolan hangat di tengah momen kebersamaan Idulfitri. Lalu, minuman dengan kategori lainnya (5,6%) menunjukkan ternyata masih ada banyak merk lain yang diminati masyarakat sebagai pelengkap perayaan Lebaran.
Survei perilaku yang dilakukan oleh GoodStats ini dilaksanakan melalui metode daring pada rentang waktu 17 hingga 28 Februari 2025 yang melibatkan total 1.000 responden dari 34 provinsi. Mayoritas peserta survei merk biskuit dan sirup ini berasal dari Gen Z dengan persentase 55,6%, disusul Milenial 35,2% dan Gen X 9,2%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








