JEMBER, Tugujatim.id – Kabupaten Jember, Jawa Timur, akan segera mengimplementasikan sistem jaminan kesehatan menyeluruh bagi seluruh warganya. Program Universal Health Coverage (UHC) yang akan dimulai pada 1 April 2025 ini menjamin akses layanan kesehatan gratis bagi penduduk berkartu identitas Jember di seluruh fasilitas kesehatan yang bermitra dengan BPJS di Indonesia.
Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan, selain untuk merealisasikan program kerjanya di bidang kesehatan, program tersebut merupakan bentuk hadiah Idulfitri untuk warga Jember.
Baca Juga: Libur Lebaran, BPJS Kesehatan Jember Jamin Layanan JKN Beroperasi
“Kami berkomitmen bahwa tidak akan ada lagi penduduk Jember yang menderita sakit tanpa mendapatkan akses layanan kesehatan gratis yang memadai, baik di dalam maupun di luar wilayah Jember,” ungkap Gus Fawait, sapaan akrabnya, Sabtu (29/03/2025).
Dia menjelaskan, program layanan kesehatan gratis ini mencakup seluruh fasilitas kesehatan, tidak hanya yang dikelola pemerintah tetapi juga institusi medis swasta yang telah menjalin kerja sama dengan BPJS.

“Persyaratan utamanya adalah kepemilikan KTP Jember yang sah. Dengan kartu identitas tersebut, warga dapat mengakses layanan kesehatan di puskesmas hingga rumah sakit, baik milik pemerintah maupun swasta, di seluruh Indonesia yang tergabung dalam jaringan BPJS,” tambahnya.
Dana untuk menjalankan program ini berasal dari upaya efisiensi anggaran Pemerintah Kabupaten Jember. Beberapa pos anggaran yang direalokasi meliputi dana perjalanan dinas, kegiatan seremonial, serta pengeluaran non-esensial lainnya yang dialihkan untuk mendukung program UHC.
Layanan Kesehatan Jangkau Warga Pra Sejahtera
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jember Hendro Soelistjiono dalam wawancara beberapa waktu lalu, menyampaikan bahwa program layanan kesehatan gratis ini akan menjangkau sekitar 1,7 juta penduduk kategori pra sejahtera di Jember.
“Sebelumnya, pembiayaan kesehatan hanya mencakup sekitar 300 ribu jiwa. Dengan program baru ini, sekitar 900 ribu warga prasejahtera akan ditanggung oleh pemerintah kabupaten, sementara 800 ribu lainnya mendapat subsidi dari pemerintah pusat. Dengan demikian, hampir seluruh warga prasejahtera Jember kini mendapat jaminan pembiayaan kesehatan,” papar Hendro.
Dia menambahkan, program ini diharapkan menghilangkan hambatan ekonomi dalam mengakses layanan kesehatan, terutama bagi kelompok prasejahtera.
“Warga yang belum terdaftar namun merasa termasuk dalam kategori prasejahtera perlu mendaftar. Data penerima manfaat saat ini bersumber dari hasil verifikasi mendalam (deep cleansing) yang dilakukan oleh Dinas Sosial Kabupaten Jember,” jelasnya.
Untuk pendanaan program ini, Pemkab Jember telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp160 miliar hingga pertengahan 2025.
“Anggaran tahun penuh akan dialokasikan melalui PAPBD (Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah). Untuk sementara, pendanaan berasal dari efisiensi berbagai pos anggaran, termasuk pembelian kendaraan dinas, perjalanan dinas, dan acara seremonial,” tutup dr Hendro.
Program ini diproyeksikan menjadi langkah signifikan dalam meningkatkan taraf kesehatan masyarakat Jember dan mengurangi kesenjangan akses layanan kesehatan di daerah tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








