TUBAN, Tugujatim.id – Suasana haru bercampur gembira terpancar dari wajah ratusan pemudik di halaman Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Kabupaten Tuban, Sabtu pagi (05/04/2025).
Pemudik ini kembali ke kota perantauan usai menikmati libur Lebaran di kampung halaman. Menariknya, perjalanan mereka kali ini tidak menguras kantong sedikit pun. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban kembali memberikan fasilitas balik mudik gratis. Program ini tidak sekadar solusi hemat, tetapi juga bentuk nyata kepedulian pemkab terhadap keselamatan dan kenyamanan warganya.
Baca Juga: Jalur Alternatif Disiapkan Untuk Mudik dan Balik Lebaran Jika Macet di Pantura Tuban
Kepala DLHP Tuban Bambang Irawan menegaskan bahwa seluruh armada bus yang digunakan telah melewati serangkaian uji kelayakan dan pengemudinya pun dipastikan bebas dari pengaruh narkoba.
“Semua kendaraan sudah kami periksa. Sopirnya juga telah menjalani tes. Jadi, kami pastikan mereka dalam kondisi prima dan siap mengantarkan pemudik dengan aman sampai tujuan,” ujar Bambang.
Sebanyak 234 orang, terdiri dari dewasa maupun anak-anak, tercatat mengikuti program ini. Mereka akan diberangkatkan menuju berbagai kota besar seperti Jakarta melalui Terminal Pulo Gebang, Surabaya ke Terminal Purabaya, dan Malang melalui Terminal Arjosari.

Tidak hanya itu, para petugas juga telah memperhitungkan kondisi lalu lintas terkini. Berdasarkan informasi yang diterima DLHP Tuban, terjadi kepadatan kendaraan di ruas Tol Ngawi dan Semarang sejak Kamis malam (04/04/2025).
Karena itu, rute alternatif melalui jalur Pantura dan masuk tol di wilayah Semarang menjadi pilihan strategis agar perjalanan tetap lancar.
“Perkiraan kami, bus yang menuju Jakarta akan tiba besok pagi (06/04/2025). Ini kami sesuaikan dengan kondisi arus lalu lintas terkini, apalagi hari ini dan besok merupakan puncak arus balik,” imbuh Bambang.
Respons Pemudik Ikut Program Mudik Gratis
Salah satu peserta balik mudik, Mugiyanto, 34, mengaku sangat terbantu dengan adanya fasilitas ini. Dia yang bekerja di Jakarta merasa lebih tenang dan tidak perlu bersusah payah berebut tiket atau berdesakan di terminal.
“Alhamdulillah, sangat membantu. Apalagi saya bawa anak istri juga. Kalau harus naik kendaraan umum sendiri, repot dan mahal. Dengan program ini, kami bisa pulang ke kota dengan tenang dan nyaman,” tutur Salman sambil tersenyum.

Pemandangan haru terlihat saat beberapa anak kecil melambaikan tangan kepada kakek-nenek mereka yang melepas keberangkatan dengan doa. Di antara isak tangis dan pelukan hangat, terselip rasa syukur atas kebijakan yang memudahkan rakyat kecil seperti mereka.
“Semoga setiap tahun tetap ada program seperti ini. Pemerintah sudah sangat baik memperhatikan rakyatnya,” ucap Sri Wahyuni, 56, warga asal Kecamatan Rengel yang mengantar anak dan cucunya balik ke Jakarta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati







