• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
DALL·E 2025 04 08 08.02.11 A visually engaging landscape illustration representing the debate around soda milk for digestion. On the left side of the image a cheerful street fo

Soda susu Baik untuk Pencernaan? Ini Faktanya!

ilmi habibi by ilmi habibi
1 year ago
in Kesehatan
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tugujatim.id – Minuman bersoda sering kali dianggap sebagai penyebab masalah pencernaan. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, muncul tren baru di kalangan masyarakat yang menggabungkan soda dengan susu dan mengklaimnya bermanfaat untuk sistem pencernaan. Apakah benar soda, terutama soda susu untuk pencernaan, bisa memberikan manfaat? Atau justru bisa berdampak sebaliknya? Mari kita kupas faktanya secara ilmiah.

Asal Usul Tren Soda Susu

Tren minuman soda susu sebenarnya bukan hal baru. Di beberapa daerah seperti Bandung, kombinasi ini dikenal dengan nama soda gembira, yakni campuran soda manis, susu kental manis, dan es batu. Rasanya manis, menyegarkan, dan banyak disukai karena teksturnya yang unik dan tampilan warnanya yang menarik.

You might also like

Makanan tinggi protein.

Anak Kos Wajib Stok! 8 Makanan Tinggi Protein yang Awet dan Murah

15/07/2026 9:27 AM
Kasus TBC.

1.289 Kasus TBC Ditemukan di Kabupaten Malang, Pemkab Perkuat Skrining AI Percepat Deteksi Dini

04/07/2026 1:13 PM

Seiring berkembangnya zaman, minuman ini mulai diklaim memiliki manfaat untuk pencernaan. Bahkan beberapa orang menyebut soda susu bisa membantu mengatasi sembelit atau rasa kembung. Tapi sebelum mempercayai klaim tersebut, kita perlu meninjau kandungan dan efek fisiologisnya terhadap tubuh.

Kandungan Soda dan Susu

Soda biasanya mengandung air berkarbonasi, gula, dan zat tambahan seperti kafein, pewarna, dan perasa buatan. Karbonasi dalam soda inilah yang menimbulkan sensasi “menggigit” di tenggorokan dan perut. Di sisi lain, susu mengandung laktosa, protein, dan lemak yang berperan penting dalam metabolisme tubuh.

Saat soda dan susu digabungkan, reaksi kimia yang terjadi bisa menimbulkan gelembung atau busa. Meskipun tidak berbahaya, reaksi ini bisa membuat sebagian orang merasa tidak nyaman, terutama bagi mereka yang memiliki masalah lambung atau intoleransi laktosa. Maka dari itu, meskipun terdengar menarik, penting untuk mengetahui efek sebenarnya terhadap sistem pencernaan.

Baca Juga: Soda Susu untuk Diet, Apakah Bisa Membantu Turunkan Berat Badan?

Fakta Ilmiah tentang Soda Susu untuk Pencernaan

Beberapa pendukung soda susu mengklaim bahwa minuman ini bisa membantu melancarkan buang air besar. Ini mungkin terjadi karena karbonasi dalam soda dapat memicu pergerakan usus, sementara kandungan gula dan susu bisa menarik air ke saluran cerna. Namun, belum ada penelitian ilmiah yang benar-benar membuktikan bahwa soda susu untuk pencernaan efektif secara medis.

Sebaliknya, ahli gizi dan dokter umumnya menyarankan untuk tidak terlalu sering mengonsumsi minuman bersoda, apalagi yang tinggi gula. Kandungan gula yang tinggi bisa menyebabkan gangguan metabolisme, sedangkan soda sendiri bisa memperburuk masalah asam lambung dan menyebabkan perut kembung.

Menurut dr. Laksmi Dewi, seorang spesialis gizi klinik, “Minuman bersoda memang bisa merangsang gerakan usus, tapi bukan berarti itu baik untuk semua orang. Terutama bila dikonsumsi bersama susu, bisa jadi malah memperberat kerja pencernaan.”

Risiko Mengonsumsi Soda Susu

Salah satu risiko utama dari mengonsumsi soda susu adalah gangguan pencernaan. Kombinasi karbonasi dan lemak dari susu bisa memicu perut terasa penuh, begah, hingga kembung. Bagi penderita sindrom iritasi usus besar (IBS), minuman seperti ini bisa memperburuk gejala yang sudah ada.

Selain itu, tingginya kadar gula dalam soda susu juga bisa meningkatkan risiko obesitas dan diabetes jika dikonsumsi berlebihan. Ini tentu menjadi perhatian serius, terutama bagi anak-anak dan remaja yang sering tertarik mencoba tren makanan atau minuman unik.

Baca Juga: Soda Susu vs Minuman Energi, Mana yang Lebih Baik?

Alternatif Minuman Sehat untuk Pencernaan

Daripada mengandalkan soda susu untuk mengatasi masalah pencernaan, ada beberapa alternatif yang lebih sehat dan terbukti secara medis. Misalnya:

  1. Yogurt  Mengandung probiotik yang membantu keseimbangan bakteri baik di usus.

  2. Air jahe  Dikenal mampu meredakan mual dan memperlancar pencernaan.

  3. Air lemon hangat Bisa membantu merangsang sistem pencernaan dan mengurangi rasa begah.

  4. Infused water Kombinasi air dengan buah-buahan segar, seperti jeruk atau mint, membantu hidrasi dan menjaga fungsi saluran cerna.

Jika kamu memang menyukai rasa soda susu, konsumsilah dalam jumlah terbatas dan jangan dijadikan kebiasaan harian. Gunakan hanya sebagai variasi sesekali, bukan sebagai solusi utama untuk masalah pencernaan.

Apakah Soda Susu Baik untuk Pencernaan?

Dari ulasan di atas, dapat disimpulkan bahwa manfaat soda susu untuk pencernaan belum terbukti secara ilmiah. Meskipun karbonasi dapat merangsang pergerakan usus, kombinasi dengan susu justru bisa menimbulkan gangguan, terutama bagi individu yang sensitif.

Sebagai solusi, lebih baik pilih minuman yang sudah terbukti secara medis membantu pencernaan dan aman dikonsumsi setiap hari. Konsultasikan juga dengan tenaga medis jika mengalami gangguan pencernaan kronis, alih-alih mengandalkan minuman viral yang belum tentu cocok untuk semua orang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer : Ilmi Habibi Rahmatullah

Tags: soda susu untuk pencernaan
ilmi habibi

ilmi habibi

Related Stories

Makanan tinggi protein.

Anak Kos Wajib Stok! 8 Makanan Tinggi Protein yang Awet dan Murah

by Dwi Linda
15/07/2026 9:27 AM
0

Tugujatim.id - Kamu anak kos yang lagi menjaga asupan makanan tinggi protein? Tapi kamu harus menyesuaikan dengan anggaran bulanan dan...

Kasus TBC.

1.289 Kasus TBC Ditemukan di Kabupaten Malang, Pemkab Perkuat Skrining AI Percepat Deteksi Dini

by Dwi Linda
04/07/2026 1:13 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang menemukan 1.289 kasus tuberkulosis (TBC) selama periode Januari hingga Mei 2026. Angka tersebut...

Minum teh.

Sering Minum Teh saat Makan? Ternyata Kebiasaan Ini Bisa Ganggu Penyerapan Zat Besi

by Dwi Linda
16/06/2026 6:14 PM
0

Tugujatim.id – Pembahasan mengenai kebiasaan minum teh saat makan ramai dibicarakan setelah muncul dalam salah satu episode kanal YouTube Suara...

Kota Blitar.

12.848 Warga Kota Blitar Alami Obesitas, 60 Persen Ternyata Perempuan Dewasa

by Dwi Linda
09/06/2026 6:13 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Tren kelebihan berat badan atau obesitas di Kota Blitar menunjukkan statistik yang mengejutkan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota...

Next Post
Kombinasi Soda dan Susu, Sehat atau Berbahaya?

Kombinasi Soda dan Susu, Sehat atau Berbahaya?

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID