TUBAN, Tugujatim.id – Harapan para pengelola wisata di Kabupaten Tuban untuk mendulang kunjungan besar selama libur Lebaran tahun ini tampaknya belum sepenuhnya terkabul. Kondisi ekonomi lesu diduga menjadi biang kerok Wisata di Tuban sepi selama Lebaran.
Meski ribuan orang sempat memadati sejumlah destinasi unggulan pada puncak liburan tanggal 6 dan 7 April 2025 lalu, nyatanya angka itu tak mampu menyaingi riuhnya libur Idulfitri tahun lalu.
Padahal, geliat warga yang haus hiburan sempat terlihat di awal-awal cuti bersama. Jalanan menuju objek wisata sempat padat, warung-warung kembali bergeliat, dan suara tawa pengunjung sempat mengisi ruang-ruang yang selama Ramadan sepi. Namun semua itu ternyata hanya ilusi sesaat.
“Kalau dibandingkan dengan tahun kemarin, jumlah pengunjungnya turun jauh. Tahun lalu itu kami bisa mencatat belasan ribu pengunjung selama lebaran. Sekarang? Hanya ribuan,” ungkap Ketua Pokdarwis Wisata Pelang Desa Tahulu, Kecamatan Merakurak, Tuban, Agus Susanto, Jumat (11/04/2025).
Fenomena serupa juga terjadi di Pantai Semilir. Salah satu pantai favorit warga Tuban ini tak seramai biasanya. Menurut Asmaul Husna, Ketua Pokdarwis Pantai Semilir, ada berbagai faktor yang membuat animo pengunjung turun drastis.
“Parkirnya terbatas sekarang. Dulu bisa sampai meluber ke jalan besar, sekarang sudah tidak boleh. Jadi ya otomatis berpengaruh ke jumlah pengunjung. Tidak seramai tahun-tahun sebelumnya,” jelasnya
Meski begitu, ia menyebut ada lonjakan cukup besar dibandingkan hari-hari biasa. Paling ramai itu hari Minggu (6/4/2025). Ribuan orang datang.
Penurunan angka kunjungan ini bukan hanya terjadi di satu atau dua lokasi saja. Hampir semua sektor pariwisata di Tuban mengalami hal yang sama.
BACA JUGA: Menjelajahi Keindahan Air Terjun di Tuban: Destinasi Tersembunyi yang Memesona
Ketua Pokdarwis Kabupaten Tuban, Multazam Daud menyebut angka penurunan berkisar antara 30 sampai 40 persen dibandingkan tahun lalu. “Ini bukan semata soal wisata. Ini soal ekonomi. Masyarakat sekarang lebih pilih-pilih. Kalau bisa refreshing tapi gratis, ya ngapain bayar mahal?,”ucapnya.
Menurutnya, keberadaan ruang publik gratis seperti Alun-alun Tuban, Tuban Abirama, dan Tuban Abipraya menjadi alternatif baru yang cukup menarik. Tempat-tempat itu kini jadi ikon baru yang digemari karena tak menguras kantong namun tetap menyenangkan. “Fasilitasnya bagus, tempatnya bersih, gratis pula. Ya orang pasti milih ke sana,” tegas Multazam.
Ia menambahkan, faktor cuaca juga punya pengaruh. Beberapa hari libur lebaran diselimuti hujan yang cukup intens, membuat sebagian keluarga memilih berdiam diri di rumah. “Banyak juga petani yang lagi musim tanam. Jadi ya lebih fokus ke ladang ketimbang jalan-jalan,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter : Mochamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








