TUBAN, Tugujatim.id – Lebaran telah berlalu tetapi harga bumbu dapur di Pasar Baru Tuban belum kembali ke titik normal. Bahkan harga bawang merah justru semakin melambung tinggi yakni Rp45 ribu-Rp50 ribu per kg. Harga ini jauh di atas harga normal yang biasanya berkisar Rp30 ribu-Rp35 ribu per kilogram.
Tak hanya bawang merah, bawang putih pun ikut naik kasta. Harga komoditas ini menanjak hingga Rp45 ribu per kilogram. Kenaikan ini disebut-sebut terjadi secara bertahap sejak menjelang Idulfitri dan belum menunjukkan tanda-tanda turun.
“Kalau bawang, naiknya pelan-pelan tapi terus. Sekarang malah makin tinggi setelah Lebaran,” ungkap Rumiyatun. salah satu pedagang di Pasar Baru Tuban, Senin (14/4/2025).
Namun berbeda dengan si pedas cabai rawit. Harga cabai yang sempat tembus Rp75 ribu per kilogram sebelum Lebaran, kini justru turun menjadi Rp60 ribu. Kendati demikian, penurunan ini belum cukup menyenangkan hati para pembeli.
“Turun sih iya, tapi tetap saja masih terasa mahal. Biasanya habis Lebaran harga langsung anjlok, ini kok malah masih tinggi semua,” keluh Rumiyatun.
BACA JUGA: Warga Tuban Ramai-Ramai Memilih Jadi Pekerja Migran
Para pedagang berharap agar pemerintah segera turun tangan mengendalikan harga, atau paling tidak, memastikan pasokan bawang dan cabai tetap stabil. “Yang penting stok aman dulu, baru bisa harga ikut turun. Kalau barangnya langka, ya pasti naik terus,” ujar Rumiyatun, sambil menata dagangannya.
Kondisi ini jelas menyulitkan pelaku usaha kuliner, salah satunya Salamah, pengusaha katering asal Tuban. Ia mengaku harus putar otak agar tetap bisa bertahan di tengah lonjakan harga bahan pokok. “Bawang itu bahan dasar. Kalau harganya naik segini, kami harus mikir keras. Harga jual makanan mau dinaikkan, tapi takut pelanggan lari. Kalau nggak dinaikkan, ya untungnya makin tipis,” tutur Salamah.
BACA JUGA: Razia Terpadu Pergoki Dua Warung di Tuban Jual Arak
Menurutnya, bukan hanya urusan dapur yang terganggu. Skema belanja mingguan pun kini harus disesuaikan. Ia tak bisa lagi membeli dalam jumlah besar seperti biasanya. “Dulu beli bisa sekilo-sekilo, sekarang setengah kilo pun dipikir dulu. Modalnya sudah beda jauh,” tambahnya.
Kondisi harga bumbu dapur yang tak kunjung stabil ini menjadi PR besar bagi banyak pihak. Terutama bagi pelaku usaha kecil, yang setiap harinya harus berjibaku antara menahan harga atau kehilangan pelanggan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter : Mochamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko







