PASURUAN, Tugujatim.id — Panen Raya Padi Project Agrosolution Pupuk Kaltim dilaksanakan di lahan sawah milik Budi Sucipto di Jalan Kakap Dusun Kalikunting, Desa Tambakan, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan.
Bertajuk Untuk Petani Indonesia, panen raya kali ini diharapkan dapat mendukung program pemerintah yakni swasembada pangan. Acara dimulai dengan seremonial panen padi yang diikuti oleh para stakeholder dilanjutkan dengan penimbangan gabah dan pengangkutan ke gudang Bulog.
Baca Juga: Tuban Panen Raya, Wabup Dorong Pertanian Bengawan Solo Jadi Motor Swasembada
Vice President Pengelolaan Pelanggan Pupuk Kaltim Atik Dwi Purwandari mengatakan, Program Agrosolution ini merupakan program pendampingan petani dengan melibatkan berbagai stakeholder. Tujuannya untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan para petani, khususnya di kawasan sekitar Bangil.
“Pendampingan petani melibatkan berbagai stakeholder, mulai dari asuransi, distributor, dan offtaker seperti Bulog dengan tujuan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani,” ujar Atik.
Lebih rinci pendampingan yang dimaksud bersifat berkelanjutan. Mulai dari pendampingan dari sisi bantuan permodalan, bibit, asuransi, pengolahan tanah, pendampingan terkait masalah pupuk hingga masalah hama.
“Juga jika ada teknologi baru, kami bisa saling tukar pikiran, tidak menutup kemungkinan harus pakai program kami tapi bisa sebaiknya seperti apa,” ungkapnya.
Obstaker atau pengepul juga bekerja sama dengan Bulog sehingga hasil panen bisa dijual sesuai dengan HPP (harga pokok penjualan) yang ada.
Atik menyebutkan, luasan lahan di Bangil yang mengikuti Program Agrosolution Pupuk Kaltim ada sekitar 200 hektare dengan 77 petani. Selama setahun berjalan, program ini sudah mampu meningkatkan hasil produksi padi sebanyak 1 ton per hektarenya.
“Sebelum pakai join Agrosolution hanya 7,5 ton per hektare. Setelah join, ada peningkatan 8,5 ton per hektare, kami setahun ini sudah 3 kali panen,” jelasnya.
Atik menyampaikan terima kasih pada para petani yang mau bergabung dengan program ini untuk jani dan meningkatkan produktivitas. Dia berharap ke depannya ada kerja sama yang lebih baik, terutama dengan BUMN dan Dinas Pertanian Kabupaten Pasuruan.
“Ke depannya mungkin kerja sama BUMN dan Dinas Pertanian Kabupaten Pasuruan mungkin tidak hanya soal padi, tapi juga kopi dan komoditas lainnya,” ucapnya.
Agrosolution Pupuk Kaltim Gandeng Bulog sebagai Obstaker
Sementara itu, Pimpinan Bulog Cabang Malang Nur Juliansyah Rahmah mengatakan, program Agrosolution Pupuk Kaltim ini menggandeng Bulog sebagai obstaker atau pengepul. Dengan menggandeng Bulog, maka hasil panen bisa dibeli sesuai dengan HPP (harga pokok penjualan) yakni Rp6.500 per kilogramnya.
“Project ini kerja sama pupuk Kaltim dan Bulog memiliki PMO mitra tani Bulog punya project langsung dengan petani. Jadi, petani dipinjami KUR pupuknya dari pupuk Kaltim didampingi akademisi mulai penanaman hingga pasca panen obstakernya Bulog. Nah, Bulog penyerapan di seluruh wilayah HPP Rp6.500 per kilogram,” ujar Nur Juliansyah.
Menurut Nur Juliansyah, serapan beras se-Kabupaten Pasuruan hingga saat ini mencapai 12.000 ton. Sementara se-Malang Raya mencapai 48.204 ton. Jumlah tersebut masih 40 persen dari target.
“40 persen per hari ini kan terus berlanjut, kami harapkan produktivitas naik, jumlah yang kami serap naik tercapai target lebih cepat,” ungkapnya.
Meskipun begitu, Bulog optimis bisa mencapai swasembada beras karena stok secara nasional Juliansyah sebut sudah mencapai 3 juta ton.
“Kami tidak akan impor beras alias sudah swasembada pangan selanjutnya bisa ditingkatkan,” ujarnya.
Dalam kegiatan ini turut hadir Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Ir Rahmat Ismahari, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pasuruan Lilik Wiji Asri, Ketua Gapoktan Budi Sucipto, camat Bangil, beserta sejumlah stakeholder lainnya. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Laoh Mahfud
Editor: Dwi Lindawati







