JEMBER, Tugujatim.id – Perkembangan Program MBG (Makan Bergizi Gratis) di Kabupaten Jember terus dikebut. Terbaru, Bupati Jember meresmikan dua dapur sehat, yang dapat memenuhi sekitar 6.000 menu bergizi bagi para pelajar di Jember.
Inisiatif ini tidak hanya bertujuan meningkatkan status gizi para pelajar, tetapi juga dirancang untuk menggairahkan ekonomi lokal dengan mengutamakan produsen setempat sebagai pemasok utama bahan pangan.
Pengelola Dapur Sehat MBG, Ahmad Sudiono menyampaikan bahwa dua unit dapur yang telah beroperasi akan memenuhi kebutuhan masing-masing 3.652 dan 3.682 pelajar. “Jumlah ini melebihi ketentuan minimal 3.000 siswa untuk setiap unit dapur,” ungkapnya pada Senin (12/5/2025).
Fasilitas baru yang diresmikan kemarin diproyeksikan dapat menambah kapasitas hingga 4.000 pelajar, seiring dengan perkembangan program ke depan
“Kami menerapkan prosedur operasional standar yang ketat. Salah satunya, pembelian bahan makanan tidak boleh lebih tinggi dari harga pasar. Setiap unit dapur berada di bawah pengawasan kepala dapur dengan dukungan sistem administrasi yang terstruktur dan ahli gizi untuk memastikan manajemen yang efektif,” jelas Sudiono.
Dalam implementasinya, porsi makanan disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi tiap jenjang pendidikan, mulai dari Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). “Komposisi menu wajib mengandung karbohidrat, protein, dan serat untuk mencapai asupan gizi yang seimbang,” tambah Ahmad.
Ia juga menekankan komitmen untuk mendukung ekonomi lokal dengan mengambil bahan baku langsung dari usaha skala kecil.
“Kami bermitra dengan petani untuk sayuran dan peternak lokal untuk kebutuhan daging ayam. Seluruh pemasok melalui proses seleksi ketat untuk menjamin kesinambungan pasokan dan mendukung pergerakan ekonomi UMKM,” tegasnya.
Setidaknya, distribusi makanan untuk ribuan siswa ini akan dilaksanakan dalam beberapa tahap, dengan jadwal penyajian untuk TK dimulai pukul 08.30, siswa SD kelas 1-3 pada pukul 09.30, dan siswa kelas 4 hingga SMA pada pukul 11.00.
Sekolah terjauh yang akan menerima layanan ini adalah SDK Dharma Wanita yang berjarak sekitar 8,9 kilometer dari pusat pengolahan.
Sementara itu, Bupati Jember, Muhammad Fawait, yang hadir dalam peresmian dapur MBG pertama yang dikelola sektor swasta ini, menyatakan penghargaannya. Menurut pria yang akrab disapa Gus Fawait itu, fasilitas ini menunjukkan kesiapan daerahnya dalam mendukung kebijakan nasional.
“Selain menciptakan lapangan kerja baru, yang sama pentingnya adalah peningkatan status gizi anak-anak Indonesia,” ujarnya.
Dirinya meyakini bahwa keberadaan dapur ini akan menciptakan dampak ekonomi berganda bagi masyarakat dengan melibatkan berbagai pelaku usaha lokal seperti produsen tempe, tahu, dan peternak ayam.
“Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya kolektif menuju Indonesia Emas 2045, di mana generasi penerus mendapatkan nutrisi memadai dan aktivitas ekonomi menjangkau hingga wilayah pedesaan,” pungkas Gus Fawait.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








