TUBAN, Tugujatim.id – Calon jamaah haji asal Tuban harus menunda keberangkatan ke Tanah Suci pada musim haji 2025.
Jamaah atas nama Mudriah (65) warga Desa Kaliuntu, Kecamatan Jenu yang tergabung dalam kloter 6 batal berangkat karena kondisi kesehatannya tidak memungkinkan.
Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Plt Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Tuban, Moh. Ansori, menjelaskan Mudriah mengalami patah tulang usai terjatuh sekitar sebulan yang lalu.
Meski telah menjalani perawatan medis, kondisi fisiknya belum cukup pulih untuk mengikuti perjalanan panjang ke Mekkah. Sedianya Mudriah akan berangkat bersama keluarga besarnya pada tahun ini.
“Yang bersangkutan sudah sempat dirawat. Tapi sekarang masih kesulitan duduk lama. Karena itu, keberangkatannya harus ditunda,” jelas Ansori lewat sambungan telepon.
Pihak Kementerian Agama juga telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan terkait kondisi Mudriah. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa ia tidak direkomendasikan untuk berangkat haji tahun ini. Keputusan tersebut juga disetujui oleh keluarga demi keselamatan dan kenyamanan Mudriah.
“Ini bukan gagal berangkat. Statusnya hanya ditunda. Insyaallah tahun depan bisa ikut, jika kondisi kesehatan sudah membaik,” tambah Ansori.
Sementara itu, gelombang pemberangkatan jamaah haji asal Tuban terus berlangsung. Total ada 1.256 orang yang berangkat ke Tanah Suci, tersebar dalam beberapa kloter.
BACA JUGA: Pemkab Tuban Target Turunkan Angka Stunting 14 Persen, Terus Gerak Lewat Posyandu Desa
Kloter 66 terdiri dari 10 jamaah cadangan yang berangkat kemarin (20/5/2025) malam di Kantor Kemenag Tuban. Selanjutnya kloter 68 berisi 384 orang, kloter 69 sebanyak 375 jamaah, kloter 70 berjumlah 376 orang, serta kloter 86 yang mengangkut 109 jamaah.
Pelepasan para jamaah dilakukan secara bertahap oleh Forkopimda Kabupaten Tuban. Kloter 68 diberangkatkan oleh Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, pada Selasa pagi (21/5/2025).
Sementara kloter 69 dan 70 dilepas oleh Wakil Bupati Tuban, Joko Sarwono, dari pada pukul 15.00 WIB juga dikomplek Pendapa Kridha Manunggal.
Ratusan keluarga turut mengantar dengan penuh haru. Suasana pelepasan terasa khusyuk dan menyentuh hati, terlebih bagi kerabat jamaah yang harus menunda keberangkatan seperti Mudriah.
Keberangkatan jamaah haji tahun ini menjadi momen penuh harapan dan doa. Meski tidak semua bisa berangkat sesuai rencana, keikhlasan dan kesiapan mental menjadi kunci dalam menjalani setiap takdir perjalanan ibadah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Mochamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








