JEMBER, Tugujatim.id – Selama 100 hari kerja kepemimpinan Bupati dan Wabup Jember Muhammad Fawait-Djoko Susanto mendapat apresiasi tinggi dari warga di Kabupaten Jember. Itu mengacu pada hasil survei yang dirilis The Republic Institute.
Sekitar tiga bulan memimpin Kabupaten Jember, pasangan Gus Fawait-Djoko mendapat penilaian positif masyarakat. Hasil riset dari The Republic Institute terkait kepercayaan publik, pasangan Fawait-Djoko menempati urutan kedua di Jawa Timur, dengan persentase 82,8 persen selama 100 hari kerja.
Pencapaian membanggakan terlihat di sektor pembangunan desa dan pemberantasan kemiskinan, Fawait-Djoko menduduki peringkat pertama di Jawa Timur. Pimpinan The Republic Institute menjelaskan pemimpin Jember itu masuk kedalam lima peringkat di beberapa penilaian kinerja.
Baca Juga: Empat Capaian Bupati Jember di 100 Hari Kerja Kepala Daerah Jawa Timur
“Prestasi mereka cukup membanggakan: peringkat ketiga untuk program ketahanan pangan mandiri dengan dukungan 79,4 persen, posisi runner-up dalam pembangunan sarana prasarana mencapai 81,8 persen, serta meraih juara pertama untuk pengembangan wilayah pedesaan dan upaya mengatasi kemiskinan dengan angka 83,1 persen,” terang Sufiyanto melalui pernyataan resmi pada hari Senin (26/05/2025).
Adapun survei yang dilakukan perkumpulan mahasiswa doktoral Universitas Airlangga (Unair) Surabaya itu berlangsung selama periode 15-22 Mei 2025. Dengan teknik pengambilan sampel secara random dan proporsional, mengacu pada data terbaru BPS. Tingkat kesalahan dalam survei ini mencapai 2,1%.
Peningkatan Performa Kunci Beri Layanan Terbaik
Merespons hasil survei tersebut, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jember Ahmad Halim menjelaskan bahwa capaian tersebut merupakan dorongan dan tantangan bagi eksekutif.
Oleh karena itu, dengan diraihnya prestasi tersebut, diperlukan peningkatan performa sebagai kunci memberikan pelayanan lebih baik lagi kepada masyarakat. Sehingga pelayanan dapat optimal dilakukan oleh pemerintahan Fawait-Djoko.
“Kami ucapkan selamat atas hasil evaluasi dari institusi penelitian ini. Semoga menjadi cambuk bagi kepala daerah dan wakilnya untuk memberikan yang terbaik bagi warga Jember,” ungkap Halim saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.
Lebih lanjut, dia menyoroti bahwa program layanan medis, menjadi salah satu kebijakan yang paling dirasakan manfaatnya oleh warga Jember. Meski demikian, upaya menurunkan tingkat kemiskinan secara konsisten masih menjadi pekerjaan rumah Fawait-Djoko ke depan.
“Pemerintah daerah perlu melibatkan semua stakeholder dalam misi pengentasan kemiskinan. Bupati dan wakilnya membutuhkan sinergi dengan aparatur, pemerintah pusat, serta komponen masyarakat lainnya,” tandasnya. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








