MALANG, Tugujatim.id – Instalasi Farmasi RSUD Dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang kini miliki inovasi digital bernama Sistem Informasi Pharmaceutical Supply Chain atau SI PAISUCEN. Inovasi ini, dikembangkan untuk menjawab berbagai tantangan dalam pengelolaan persediaan farmasi yang selama ini belum terselesaikan secara optimal.
Sebelum hadirnya SI PAISUCEN, pengelolaan perbekalan farmasi di RSSA kerap mengalami masalah seperti informasi sebaran stok yang tidak akurat. Selain itu, penumpukan obat dan alat kesehatan di satu unit layanan akibat distribusi yang tidak efisien, serta proses pelaporan yang memakan waktu lama juga menjadi kendala.
Hal tersebut lantas menimbulkan risiko terjadinya kelebihan stok, bahkan kemungkinan mendekati kedaluwarsa obat di unit pelayanan.
Padahal, rumah sakit telah menggunakan sistem inventory sebelumnya. Namun sistem tersebut belum mampu menangani kompleksitas manajemen rantai pasokan farmasi secara menyeluruh.

Permasalahan ini berdampak langsung terhadap efisiensi operasional dan kualitas layanan medis kepada pasien. Baik secara medis maupun ekonomi.
Untuk mengatasi hal tersebut, Instalasi Farmasi RSSA melakukan pengembangan sistem SI PAISUCEN sejak tahun 2021.
Dengan menggunakan pendekatan Pharmaceutical Supply Chain Management (PSCM) atau Manajemen Rantai Pasokan Farmasi (MRPM), mereka kemudian mengembangkan SI PAISUCEN yang mulai diterapkan secara resmi pada tahun 2022.
Proses Terintegrasi dan Berbasis Digital
Ketua Tim Inovasi SI PAISUCEN, Vicky Puspitasari, S.Farm., Apt., menjelaskan, bahwa sistem ini mencakup seluruh proses pengelolaan logistik farmasi. Mulai dari permintaan barang dari unit layanan ke gudang, perencanaan pengadaan, proses penerimaan, penyimpanan, distribusi, pemantauan hingga pelaporan.
“Inovasi ini merupakan langkah strategis menuju digitalisasi layanan farmasi yang lebih responsif, tepat, dan berkelanjutan hingga sekarang, sesuai kebutuhan pelayanan dan dinamika regulasi pemerintah yang terus berkembang,” jelas perempuan yang akrab Vicky itu.

SI PAISUCEN juga memiliki sejumlah fitur unggulan, seperti:
* Laporan retur obat
* Pemantauan pemakaian implan
* Rekapitulasi penggunaan obat dan alat kesehatan untuk klaim non INA-CBG’s
Keunggulan lainnya, sistem ini telah diintegrasikan dengan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) yang membuat kinerjanya lebih sinergis dengan unit layanan lainnya. Hal ini memungkinkan pelaporan yang lebih cepat dan akurat, serta meningkatkan pengambilan keputusan berbasis data.
Efisiensi Operasional dan Peningkatan Kualitas Layanan
Sejak diterapkan, SI PAISUCEN memberikan dampak signifikan terhadap pengelolaan farmasi di RSSA. Tim farmasi kini dapat mengakses informasi stok dan tanggal kedaluwarsa dengan cepat, sehingga mengurangi potensi kerugian akibat kedaluwarsa barang. Sistem pelaporan yang sebelumnya memakan waktu berhari-hari kini bisa diselesaikan lebih singkat dan efisien.
Tak hanya itu, percepatan dalam proses administrasi klaim juga berdampak langsung pada efektivitas keuangan rumah sakit. Proses distribusi yang lebih rapi dan terpantau memungkinkan pelayanan medis berjalan tanpa hambatan akibat keterlambatan atau kekurangan obat.
Selain manfaat efisiensi internal, sistem ini juga turut meningkatkan keselamatan pasien. Obat-obatan dan alat kesehatan kini dikelola secara lebih akurat dan terpantau sehingga meminimalisasi risiko kesalahan dalam pemberian obat.
Dengan inovasi ini, RSUD Dr. Saiful Anwar Malang membuktikan komitmennya dalam menghadirkan layanan kesehatan berbasis digital yang akurat, terintegrasi, dan berorientasi pada peningkatan mutu pelayanan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Feni Yusnia
Editor: Darmadi Sasongko








