• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Salah satu adegan di film Ali dan Ratu-ratu Queens/tugu jatim

Salah satu adegan di film Ali dan Ratu-ratu Queens. (Foto: IMDB)

Tentang Anak yang Ditinggal Sang Ibu, Review Film Ali dan Ratu-Ratu Queens

Herlianto A by Herlianto A
5 years ago
in Entertainment
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tugujatim.id – Kisah perpisahan anak dan ibu sebetulnya sudah jamak kita temukan. Penuh keharuan, kerinduan dan bahkan tangis. Kisah-kisah itu memberi pelajaran yang sangat berarti bagi kita tentang arti seorang ibu. Tentang kebersamaan yang tak ternilai. Itu semangat yang ingin disampaikan oleh film Ali dan Ratu-Ratu Queens.

Film yang rilis pertama kali di Netflix pada tanggal 17 Juni 2021 tersebut disutradarai Lucky Kuswandi.  Film ini kental dengan nuansa New York, baik emandangan, keadaan, dan realitas sosialnya.  Pemilihan lokasi tersebut jelas menunjukkan bahwa kota New York sebagai daya tawar untuk memikat ketertarikan penonton.

You might also like

Indonesian Idol

Result & Reunion Show Indonesian Idol XIV Jadi Penentuan Celyna Grace dan Niki Becker

25/05/2026 3:34 PM
Grand Final Indonesian Idol XIV

Celyna Grace Tantang Niki Becker di Grand Final Indonesian Idol XIV, Siapa Jadi Juara?

18/05/2026 11:40 AM

Ali dan Ratu-Ratu Queens bercerita tentang seorang remaja asal Indonesia bernama Ali (diperankan Iqbaal Ramadhan) yang pergi ke Amerika Serikat untuk mencari ibunya bernama Mia (diperankan Marissa Anita). Mia meninggalkan Ali dan Hasan (diperankan Ibn Jamil), ayah Ali, bertahun-tahun untuk karirnya.

Ketika Ali menuju Amerika, kota yang dituju adalah New York, tepatnya, alamat Mia yang dia ketahui dari surat-suratnya dahulu. Namun tak sesuai harapan, Mia ternyata sudah tidak tinggal di alamat tersebut. Tempat itu sudah ganti penghuni. Kini ditempati oleh empat perempuan asal Indonesia, yaitu Party (dierankan Nidiana Zubir), Ance (diperankan Tika Panggabean), Chinta (diperankan Happy Salma), dan Biyah (diperankan Asri Welas). Keempatnya merantau, mengadu nasib, dan bergelut dengan kerasnya kehidupan New York.

Dalam film ini, merekalah yang disebut Ratu-Ratu Queens. Selain dengan meeka, Ali juga bertemu dengan Eva (diperankan Aurora Ribero), anak dari Ance. Ali rupanya memiliki kedekatan dengan Eva. Dari pertemuan dan hubungan dekat dengan orang-orang tersebutlah perjalanan cerita beserta berbagai konflik film tersebut dimulai.

Melaui bantuan Ratu-Ratu Queens, Ali dapat menemui Mia. Setelah bertemu, ternyata keberadaan Ali di New York tidak diinginkan Mia. Ali kecewa dan Ratu-Ratu Queens marah dengan sikap Mia. Tak pelak, sikap Mia juga menciptakan berbagai konflik yang rumit dan bercabang dalam film ini.

Dari sisi ide cerita, film ini sebenarya menarik. Kisah sentimentil anak yang tidak bertemu ibunya sejak kecil hingga remaja dibalut dengan kenekatan sang anak untuk pergi jauh dari Indonesia ke Amerika. Kisah ini membuka film ini dan memberi pertanyaan menarik di awal film.

Penonton disambut dengan pertanyaan: apa yang terjadi ketika Ali nekat pergi untuk menemui ibunya? Dapatkah Ali bertemu sang ibunya setelah sangat lamanya tidak ada kabar? Dan, banyak pertanyaan-pertanyaan lain.

Namun ide cerita yang menarik tersebut tidak digarap dengan baik. Pertanyaan-pertanyaan dan berbagai konflik bercabang dalam film ini tak selesai. Permasalahan dan berbagai konflik hanya dibuka tanpa diselesaikan. Ini cukup membuat penonton kecewa dan tidak puas.

Di akhir film penonton tak menemukan jawaban bagaimana akhirnya nasib Ali hidup bersama Ratu-Ratu Queens di New York. Bagaiamana kelanjutan hubungan Ali dengan Eva dan tentunya apa yang dibicarkan Mia dengan suaminya di akhir film.

Hal-hal tak selesai tersebut cukup mengecewakan, namun itu membuka kemugkinan adanya kelanjutan film ini. Patut diduga film ini direncanakan untuk memiliki sekuel.

Tags: Amerika SerikatFilmRatu-Ratu Quensreview film
Herlianto A

Herlianto A

Related Stories

Indonesian Idol

Result & Reunion Show Indonesian Idol XIV Jadi Penentuan Celyna Grace dan Niki Becker

by Mochamad Abdurrochim
25/05/2026 3:34 PM
0

JAKARTA, Tugujatim.id – Ajang pencarian bakat Indonesian Idol Season XIV akhirnya memasuki malam paling dinantikan. Setelah melalui perjalanan panjang penuh...

Grand Final Indonesian Idol XIV

Celyna Grace Tantang Niki Becker di Grand Final Indonesian Idol XIV, Siapa Jadi Juara?

by Mochamad Abdurrochim
18/05/2026 11:40 AM
0

JAKARTA, Tugujatim.id – Babak penentuan Grand Final Indonesian Idol XIV akhirnya tiba. Dua peserta tersisa, Celyna Grace dan Niki Becker,...

Film Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan

Diserbu Penonton, Film Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan Putar Lebih Awal di 40 Kota

by Mochamad Abdurrochim
11/05/2026 12:16 PM
0

JAKARTA, Tugujatim.id – Film Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan diserbu penonton saat program persembahan awal atau “Nonton Duluan”...

CHNCE.

Boygroup CHNCE Beri Warna Baru Pop Indonesia lewat “Lama Lama Gila”, Ini Dia 4 Musisi Muda Eks UN1TY 

by Dwi Linda
06/05/2026 1:28 PM
0

JAKARTA, Tugujatim.id – Boygroup CHNCE siap meramaikan industri musik Indonesia melalui perilisan mini album bertajuk “Lama Lama Gila” yang akan...

Next Post
Kakek Satirun yang terbaring lemah karena sakit, ditemani istrinya Nenek Tiah di rumah kontrakan sederhanya, tepatnya di Gading Kasri, Nomor 14 B, RT 04, RW 06, Klojen, Kota Malang. (Foto: Irham Thoriq/Tugu Jatim)

Dompet Amal untuk Kakek Satirun, Pria Berusia 86 Tahun yang Masih Berjualan Dawet Keliling dengan Berjalan Kaki

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID