MALANG, Tugujatim.id – Gunung di Malang menjadi destinasi favorit bagi para pencinta alam dan pendaki dari berbagai daerah. Kota ini bukan hanya dikenal dengan hawa sejuk dan perkebunan apel, tetapi juga menyimpan berbagai jalur pendakian yang menakjubkan.
Mulai dari trek ringan hingga medan ekstrem, setiap gunung menawarkan pengalaman yang berbeda sesuai dengan tingkat kemampuan pendaki.
Letak geografis Malang yang dikelilingi oleh pegunungan membuatnya menjadi titik strategis untuk menikmati keindahan alam dari ketinggian.
Gunung di Malang juga memiliki karakteristik beragam, dari pemandangan padang savana, danau alami, hingga kawah berapi yang aktif.
Daftar Gunung di Malang dan Jalur Pendakiannya dengan Sederet Keindahan
Berikut ini daftar 10 gunung yang paling populer dan layak untuk dijelajahi.
-
Gunung Semeru – Mahameru, Atap Pulau Jawa
Gunung Semeru berdiri gagah dengan ketinggian 3.676 mdpl dan merupakan puncak tertinggi di Pulau Jawa. Terletak di perbatasan Kabupaten Malang dan Lumajang, Gunung Semeru terkenal dengan Mahameru, puncaknya yang legendaris, serta Danau Ranu Kumbolo yang memesona.

Pendakian ke Semeru bukan untuk pemula. Butuh persiapan matang dan stamina yang prima. Biasanya, perjalanan menuju puncak membutuhkan waktu dua hari satu malam.
Gunung ini sering diselimuti kabut dan cuaca bisa berubah ekstrem, menjadikannya tantangan tersendiri bagi para petualang sejati.
-
Gunung Bromo – Surga Sunrise di Lautan Pasir
Gunung Bromo, bagian dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, memiliki ketinggian 2.329 mdpl dan dikenal sebagai gunung berapi aktif.

Daya tarik utama dari Gunung Bromo adalah lautan pasir luas, kawah aktif, dan momen matahari terbit yang tak tertandingi.
Tidak seperti Semeru, pendakian ke Bromo terbilang ringan. Jalurnya pendek dan bisa ditempuh dalam waktu 1–2 jam. Cocok untuk wisata keluarga atau wisatawan yang ingin merasakan hiking ringan dengan pemandangan luar biasa.
-
Gunung Arjuno – Keanggunan di Ketinggian
Dengan ketinggian 3.339 mdpl, Gunung Arjuno adalah salah satu puncak tertinggi di Jawa Timur. Terletak di perbatasan Malang, Batu, dan Pasuruan, gunung ini termasuk dalam kompleks Arjuno-Welirang. Pendaki bisa memilih beberapa jalur, termasuk Tretes yang cukup populer dan tidak terlalu sulit secara teknis.

Pendakian ke Arjuno membutuhkan waktu sekitar 8–12 jam tergantung rute. Pemandangan dari puncaknya sangat memukau, terutama saat melihat hamparan awan dari atas ketinggian. Gunung ini juga dikenal memiliki kekayaan flora dan fauna khas pegunungan Jawa.
-
Gunung Butak
Gunung Butak memiliki ketinggian sekitar 2.868 mdpl dan terletak di perbatasan Malang dan Blitar. Gunung ini menawarkan jalur pendakian yang cukup menantang namun tetap ramah untuk pendaki yang sudah memiliki pengalaman dasar.

Daya tarik utama Gunung Butak adalah padang rumput Cemoro Kandang yang luas dan indah, cocok dijadikan area camping.
Pendakian menuju puncaknya membutuhkan waktu 6–8 jam, namun sepanjang perjalanan, pengunjung akan disuguhi pemandangan pepohonan pinus, edelweis, dan udara yang menyegarkan.
-
Gunung Panderman – Jalur Pendaki Pemula di Batu
Gunung Panderman terletak di Kota Batu dengan ketinggian sekitar 2.045 mdpl. Jalur pendakian ke gunung ini sangat cocok bagi pendaki pemula karena treknya relatif mudah dan bisa ditempuh dalam waktu 2–3 jam.
Dari puncaknya, panorama Kota Batu terlihat jelas, apalagi saat pagi hari ketika matahari terbit mulai menyinari dataran rendah. Pendakian bisa dimulai dari Dukuh Toyomerto atau Curah Banteng, dua jalur favorit yang sering digunakan oleh pendaki lokal.
-
Gunung Kawi – Jejak Mistis dan Budaya
Gunung Kawi memiliki ketinggian 2.551 mdpl dan dikenal luas sebagai lokasi wisata spiritual. Di kawasan ini terdapat beberapa petilasan dan tempat ziarah yang sering dikunjungi peziarah dari berbagai daerah.
Meski dikenal dengan nuansa religius, Gunung Kawi juga menyuguhkan jalur pendakian yang menarik, seperti melalui Kucur, Kraton, atau Kebun Teh Sirah Kencong.
Estimasi waktu pendakian sekitar 4–5 jam dengan medan yang sedang. Cocok bagi yang ingin menggabungkan wisata alam dan budaya Jawa.
-
Gunung Welirang – Aroma Belerang dari Ketinggian
Gunung Welirang merupakan bagian dari kompleks Arjuno-Welirang dengan ketinggian sekitar 3.156 mdpl. Gunung ini terkenal karena memiliki area tambang belerang aktif yang bisa dijumpai saat mendekati puncak.
Jalur pendakian memakan waktu 7–9 jam dengan tingkat kesulitan menengah hingga sulit. Meski cukup menantang, gunung ini tetap menjadi favorit pendaki yang ingin merasakan pengalaman berbeda, termasuk melihat langsung aktivitas penambang belerang tradisional.
-
Gunung Anjasmoro – Pendakian Tenang di Tengah Hutan Asri
Gunung Anjasmoro memiliki ketinggian 2.277 mdpl dan menyuguhkan suasana pendakian yang lebih sepi. Cocok bagi pencinta alam yang ingin menikmati keindahan pegunungan tanpa keramaian.
Jalur pendakian memerlukan waktu sekitar 6–8 jam, melewati hutan tropis yang rimbun dan udara yang menyegarkan. Selain flora khas pegunungan, Gunung Anjasmoro juga menjadi habitat bagi berbagai spesies fauna endemik.
-
Gunung Pundak – Pilihan Ramah untuk Hiking Ringan
Gunung Pundak menjadi opsi ideal bagi pendaki yang ingin mencoba hiking ringan. Dengan ketinggian sekitar 1.585 mdpl, gunung ini menawarkan suasana tenang dan jalur yang tidak terlalu menantang.
Pendakian dapat ditempuh dalam waktu 2–3 jam. Meskipun tidak terlalu tinggi, Gunung Pundak tetap menyajikan pemandangan indah dan udara sejuk yang membuat pengalaman mendaki semakin menyenangkan.
-
Gunung Banyak
Terletak di Kota Batu, Gunung Banyak memiliki ketinggian 1.315 mdpl dan populer sebagai tempat olahraga paralayang. Jalur pendakiannya cukup pendek, hanya sekitar 1–2 jam, dan cocok dijadikan kegiatan rekreasi keluarga.

Dari puncak Gunung Banyak, pengunjung bisa menikmati panorama Kota Batu dari ketinggian. Lokasi ini juga dilengkapi dengan berbagai spot foto kekinian yang cocok bagi wisatawan yang ingin mengabadikan momen.
Keberadaan gunung di Malang menjadi magnet tersendiri bagi para pencinta petualangan. Mulai dari Gunung Semeru yang megah hingga Gunung Panderman yang ramah pemula, setiap destinasi memiliki karakter dan daya tarik unik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hasna Muna Mufidah (Maximize)
Editor: Dwi Lindawati








