TUBAN, Tugujatim.id – Viral video penemuan belatung di makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) membuat Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban buka suara. Bukan hanya soal pengolahan makanan, Dinkes menekankan pentingnya memperhatikan aspek higienis dan sanitasi secara menyeluruh, mulai dari dapur hingga ke tangan siswa.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Tuban, Esti Surahmi mengatakan pengolahan makanan dari dapur penyedia sebenarnya sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). Namun, celah sering muncul pada tahapan akhir, yaitu penyajian dan distribusi.
“Pengolahannya sudah benar. Tapi yang rawan itu saat penyajian. Kadang makanan sudah siap, tinggal disajikan, lalu ada gangguan kecil—ada barang jatuh, atau wadah terbuka sebentar—dan itu bisa jadi celah kontaminasi,” jelas Esti saat ditemui Tugujatim.id, Rabu (16/07/2025).
Esti menyebutkan, standar higienis dan sanitasi tidak hanya mencakup proses memasak, tapi juga bagaimana makanan itu ditutup rapat, dibawa, hingga dibagikan ke siswa.
“Higienis sanitasi itu rangkaiannya panjang. Mulai dari menyiapkan bahan, mengolah, menyajikan, sampai distribusi. Semuanya harus bersih dan aman,” tegasnya.
BACA JUGA: Heboh! Video Belatung di Nasi Kotak MBG Tuban Bikin Geger Dunia Maya
Distribusi makanan, menurut Esti, menjadi titik penting yang sering luput dari perhatian. Sekalipun makanan dimasak dengan baik, jika wadah tidak tertutup sempurna atau proses pengambilan makanan dilakukan tergesa-gesa, maka potensi kontaminasi tetap ada.
Selain itu, Dinkes juga mengingatkan pentingnya keterlibatan siswa dan guru dalam memastikan keamanan makanan sebelum disantap. Edukasi ringan seperti mengecek kondisi makanan—apakah tutup masih rapat, ada benda mencurigakan atau tidak—juga sangat penting.
“Anak-anak harus diajarkan untuk lebih teliti. Sebelum makan, cek dulu kondisi makanannya. Kalau ada yang aneh, lapor ke guru. Itu bentuk kewaspadaan sederhana tapi sangat penting,” tutup Esti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Mochamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








