JAKARTA, Tugujatim.id – Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB DPR RI) Ratna Juwita Sari menegaskan komitmen dan kontribusi nyata PKB dalam mendukung transisi energi di Indonesia. Mulai dari penggunaan energi fosil ke energi hijau yang lebih ramah lingkungan.
Hal ini dia sampaikan di sela-sela persiapan peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-27 tahun PKB pada 23 Juli 2025.
PKB sebagai partai politik yang lahir dari rahim reformasi menginginkan sebuah perubahan ke arah yang lebih baik dalam tata kelola energi nasional, yang mana penggunaan dan pemanfaatan energi di Indonesia tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan ekonomi dan industrialisasi saja, tapi juga selaras dengan upaya untuk mewujudkan keadilan ekologis, keseimbangan alam, dan pemeliharaan lingkungan.
Baca Juga: DPR RI Dorong Revisi UU Pokok Agraria Atasi Sengketa Tanah di Jember
Menurut Ratna Juwita Sari, penggunaan energi fosil menimbulkan degradasi alam dan ketergantungan yang tidak terhindarkan bagi negara berkembang seperti Indonesia. Pembakaran energi fosil melahirkan emisi karbon dioksida (CO2) yang merupakan kontributor utama gas rumah kaca.
Sedangkan ketergantungan pada energi fosil mengakibatkan turbulensi baik dari sisi permintaan maupun penawaran yang berdampak pada arus investasi dan perdagangan, bahkan terhadap kondisi sosio-politik nasional.
Sebagai contoh, perang Rusia dan Ukraina, serta perang antara Israel dan Iran baru-baru ini, menimbulkan guncangan dari sisi rantai pasok dan rantai konektivitas, sehingga lebih lanjut berdampak pada kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nasional pada awal Juli lalu.
Ratna juga menjelaskan, PKB sejak 2005 telah mendeklarasikan diri sebagai partai hijau (green party). Deklarasi ini bukanlah bentuk kegiatan yang bersifat seremonial atau simbolisasi, tapi merupakan kejelian, kecermatan, dan visi jangka panjang PKB untuk berperan secara lebih nyata dalam mencegah kerusakan lingkungan dan menurunnya resiliensi bumi yang dapat berdampak buruk terhadap seluruh makhluk hidup.
“Kami, PKB, menyadari bahwa penggunaan energi yang tidak ramah lingkungan menimbulkan konsekuensi buruk dalam banyak hal, utamanya perubahan iklim. Persoalannya, isu ini belum membumi di masyarakat. Ada semacam ketidakpedulian baik di level elit maupun masyarakat umum karena mereka berpikir bahwa we are living in today’s world, we don’t really care about tomorrow. Karena itu, PKB berupaya mengambil peran untuk membuka kesadaran banyak pihak dengan melakukan langkah nyata dalam menyelamatkan lingkungan, mulai dari lingkungan terkecil di sekitar kita,” papar legislator PKB dari Dapil Jatim XII, Tuban dan Bojonegoro itu.
DPR RI Dorong RUU Masuk Prolegnas
Sebagai partai politik, PKB melalui Fraksi PKB di Komisi XII DPR RI, telah menggagas dan menjadi inisiator utama di parlemen untuk mendorong terbitnya sejumlah regulasi hijau, yakni regulasi-regulasi yang mendorong dilakukannya transisi energi sebagai solusi jangka panjang dan komprehensif terhadap upaya untuk melepaskan diri dari ketergantungan pada energi fosil.
“Ada sejumlah RUU yang kami dorong untuk masuk prolegnas seperti RUU Pengelolaan Perubahan Iklim, RUU Energi Baru dan Terbarukan, serta RUU Ketenaganukliran,” lanjut politikus muda PKB ini.
Ratna melanjutkan, dia dan rekan-rekannya yang berkiprah di Komisi XII DPR RI gigih mendorong pemerintah untuk terus memperbesar persentase penggunaan energi hijau dalam bauran energi primer nasional.
“Pemerintah dapat memberikan skema insentif dalam bentuk insentif keuangan, fiskal, maupun provisi untuk barang dan jasa di bawah harga pasar agar pengembangan energi hijau semakin masif. Kami memiliki banyak sumber energi hijau untuk mendukung transisi energi, mulai dari biomasa, nuklir, gas biogenik, angin, hingga tenaga surya yang melimpah. Yang dibutuhkan tinggal komitmen, perencanaan yang matang, dan eksekusi dari pemerintah,” paparnya memberikan solusi.
Di usianya yang ke-27 tahun pada 23 Juli 2025, PKB akan semakin menggiatkan upaya untuk mendukung transisi energi berbasis ekonomi hijau di Indonesia. Ratna mengungkapkan bahwa PKB memiliki kapasitas yang besar untuk melakukan itu dengan dukungan perolehan kursi di DPR RI yang lebih banyak pada periode ini, serta komitmen para kader PKB yang duduk di parlemen untuk merealisasikannya.
“Transisi energi berbasis ekonomi hijau adalah hal mendesak untuk dilakukan. Kami di parlemen, akan merespons perubahan iklim dan degradasi lingkungan seperti berperang, tidak bisa dengan cara business as usual. Fraksi PKB DPR RI akan seoptimal mungkin mendorong pengesahan regulasi hijau pada periode ini,” pungkas Ratna. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








