TUBAN, Tugujatim.id – Santiko, Kades Pucangan, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban meminta Ponpes Sunan Drajat kembali menukung Koperasi Desa Merah Putih (DMP). Ia mengaku salah ucap sehingga membuat pernyataan yang menimbulkan salah paham.
Santiko menggaku grogi saat berdialog langsung secara daring dengan Presiden RI Prabowo Subianto. Ia keliru menyebut pihak yang berperan dalam membentuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Akibatnya, kerja sama dengan Pondok Pesantren Sunan Drajat, Lamongan terancam diputus secara sepihak.
Santiko dalam klarifikasinya mengakui kesalahannya dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Ia menegaskan bahwa sejak awal, koperasi yang dipimpin justru dibentuk berkat pendampingan langsung dari Perekonomian Pondok Pesantren Sunan Drajat, bukan dari lembaga lain.
“Waktu itu saya grogi. Mendadak dikasih mic dan harus ngomong di hadapan Presiden. Saya sampaikan apa adanya, sampai lupa menyebut peran penting Sunan Drajat. Padahal sejak awal, mereka yang dampingi kami,” kata Santiko, yang juga menjabat sebagai Ketua Pengawas KDMP.
Santiko berharap, klarifikasi ini bisa membuka kembali pintu kerja sama. Menurutnya, keberadaan Ponpes Sunan Drajat sangat dibutuhkan masyarakat desa, terutama untuk mendukung ekonomi yang mandiri dan berkelanjutan.
“Saya mohon dengan hormat, semoga pihak Sunan Drajat berkenan memaafkan dan kembali bersinergi. Kami masih ingin melanjutkan program bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan (Kopumdag) Kabupaten Tuban, Agus Wijaya, menilai insiden ini sebagai pembelajaran dalam membangun sinergi antar-lembaga.
“Dalam proses kerja sama, pasti ada dinamika. Tapi dari sini kita bisa belajar agar ke depan lebih hati-hati dalam komunikasi dan perjanjian,” katanya.
Agus menekankan pentingnya peran pihak ketiga dalam mendorong pertumbuhan KDMP, khususnya dari sisi pembiayaan, pengadaan barang, dan peningkatan kapasitas SDM.
“KDMP tidak harus berdiri sendiri. Perlu kerja sama, terutama untuk pemodalan, suplai barang, sampai peningkatan SDM,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa komunikasi antara Pemkab Tuban dan pihak Pondok Pesantren Sunan Drajat masih terus berjalan. Pemkab bahkan ikut turun tangan menata ulang pola kerja sama agar bisa menjadi model yang bisa ditiru koperasi lain di desa-desa se-Tuban.
“Pemkab siap bantu. Kita juga akan berkomunikasi lebih intensif dengan pihak Sunan Drajat. Mudah-mudahan hasilnya bisa jadi model untuk KDMP lainnya,” pungkas Agus.
KDMP Pucangan ikut dilaunching dan diresmikan bersama 8000 KDMP lainnya oleh Presiden Prabowo, Senin (21/07/2025). Peluncuran tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Mochamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








