Tugujatim.id – Mulyono, mitra Tugu Media Group yang juga pensiunan PT Pegadaian melakukan perjalanan spiritual yakni umrah plus mengunjungi Masjid Al Aqsa. Berikut catatannya.
Perjalanan spiritual di kawasan suci Baitul Maqdis adalah pengalaman yang tak ternilai. Dalam waktu sekitar tiga jam berjalan kaki, kita dapat menziarahi lima masjid utama yang berada di dalam kompleks Masjidil Aqsa, sebuah kawasan seluas 14 hektar yang sarat sejarah dan kemuliaan. Masjid yang menjadi saksi Isro’ Mikraj Nabi Muhammad SAW yang kemudian menjadi momen diwajibkannya umat Islam untuk salat lima waktu.
Perjalanan di mulai dari Hotel Holyland menuju pintu masuk Gerbang Herodes. Penjagaan keamanan oleh tentara Israel yang masih muda-muda sudah kita temui di depan pintu Herode. Berjalan sekitar 400 meter melintasi jalan salib arah dari Bukit Golgota ada cek poin tentara Israel untuk verifikasi paspor kemudian masuk komplek Aqsa ada juga pe njagaan tentara Israel. Alhamdulillah semua berjalan lancar masuk ke komplek Al Aqsa.
1. Masjid Al-Aqsa (Masjid Qibli)
Inilah masjid utama yang sering disebut dengan nama Masjidil Aqsa. Terletak di bagian selatan kompleks, masjid ini menjadi kiblat pertama umat Islam sebelum Ka’bah. Kami berkempatan sholat Ashar bersama imam masjid. Di sinilah Rasulullah ﷺ memimpin para nabi dalam shalat pada peristiwa Isra’ Mi’raj.
2. Dome of the Rock (Qubbat Ash-Sakhrah)
Bangunan berkubah emas ini berdiri di tengah kompleks. Di bawahnya terdapat batu suci tempat Nabi Muhammad ﷺ melakukan Mi’raj ke langit. Arsitektur dan keindahannya menjadikannya salah satu ikon Islam yang mendunia.

3. Masjid Al-Buraq
Masjid ini terletak di dekat tembok barat (Western Wall). Menurut riwayat, di sinilah Nabi Muhammad ﷺ menambatkan Buraq sebelum melakukan Isra’ Mi’raj. Tempat ini menjadi pengingat kuat akan peristiwa agung yang meneguhkan iman. Di lokasi ini adalah akses wisatawan nasrani dan yahudi dan dijaga oleh tentara Israel.
4. Masjid Marwani
Dibangun di bagian bawah (area selatan timur) sebagai ruang shalat yang sangat luas, Masjid Marwani juga dikenal sebagai istabl Salomon (kandang kuda Nabi Sulaiman menurut sebagian riwayat). Suasananya sejuk dan damai, menjadikannya tempat yang tenang untuk bermunajat. Disini kami berkesempatan sholat dzuhur bersama rombongan jamaah satriani.
5. Masjid Al-Aqsha Lama (Al-Qadim)
Terletak di bawah masjid utama, masjid ini merupakan bagian bawah yang digunakan sejak era awal. Mengunjunginya memberikan kesan mendalam tentang bagaimana generasi terdahulu menjaga tempat ini untuk ibadah.

Rute Perjalanan
Dimulai dari Gerbang Herodes, kita memasuki kompleks dan langsung menuju Masjid marwani kemudian ke masjid Al Qodim diteruskan ke masjid Qibli, lalu berjalan ke arah utara menuju Dome of the Rock, kemudian turun ke Masjid Marwani, berlanjut ke area barat untuk ke Dome of Rock dan masjid buroq. Perjalanan dilanjutkan dengan melintasi perkampungan yahudi di sekitar Aqsa dan melihat orang orang yahudi berdoa di tembok ratapan.
BACA JUGA: Hati Saya Bergetar Ketika Melihat Kubah Emas Masjid Al Aqsa di Palestina (5)
Selama hampir 4 jam berjalan kaki , bukan hanya kaki yang melangkah, tetapi juga hati yang terisi dengan rasa syukur dan kekhusyukan. Setiap masjid menyimpan sejarah agung, setiap langkah menjadi doa, dan setiap pandangan adalah pengingat akan kejayaan Islam.
✨ Berjalan di tanah para nabi adalah nikmat, merasakan jejak sejarah adalah pelajaran, dan berdoa di Baitul Maqdis adalah anugerah yang tak ternilai.
(bersambung)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Pengalaman Perjalanan Ditulis oleh Mulyono, Mitra Tugu Media Group, Pensiunan PT Pegadaian
Editor: Darmadi Sasongko








