Tugujatim.id – Perjalanan bermakna dirasakan Mulyono, mitra Tugu Media Group yang juga pensiunan PT Pegadaian. Berikut catatannya seri ke-4 dalam sebuah perjalanan umrah plus Masjid Al Aqsa bersama biro perjalanan Satriani Wisata.
Perjalanan hari ke-4 kami menuju tanah suci Masjidil Aqsa dimulai dari kota Amman, ibu kota Yordania. Setelah menempuh beberapa hari wisata religi di negeri para nabi ini, tibalah saat yang paling mendebarkan yakni melewati perbatasan Yordania–Israel.
Dari hotel di Amman, rombongan berangkat pagi hari sekitar pukul 07.00 waktu Amman. Kami menuju pos lintas King Hussein Bridge, yang juga dikenal dengan Allenby Bridge di pihak Israel. Perjalanan darat memakan waktu sekitar 1–1,5 jam, melewati pemandangan khas Timur Tengah berupa bukit tandus, lembah curam, dan sesekali terlihat padang gurun yang membentang luas.
Kami berkesempatan berhenti untuk foto di lembah Laut Mati dan singgah di Toko Lavante yang menyediakan produk produk Laut Mati seperti cream dan hiasan batu batuan.

Proses Keberangkatan di Imigrasi Yordania
Sesampainya di terminal Yordania, kami melakukan proses check-out imigrasi. Prosedur ini meliputi pemeriksaan paspor, pengisian formulir, dan pembayaran exit tax sekitar 10 JOD (sekitar USD 15). Setelah itu, kami menaiki bus antarnegara yang akan membawa ke terminal perbatasan Israel.
BACA JUGA: Ziarah ke Gua Ashabul Kahfi di Amman Yordania, Belajar Soal Perjuangan Iman (3)
Bus ini biasanya dikawal ketat oleh petugas keamanan. Proses kami menjadi lebih cepat karena group 19 orang dengan tour leader yang berpengalaman yaitu pak Hasbi dari Satriani Wisata, sebuah biro perjalanan handal yang fokus pada paket wisata Umroh Plus Masjid Al Aqsa di Palestina.
Memasuki Wilayah Israel
Di sisi Israel, suasana berubah lebih ketat. Kami disambut oleh pemeriksaan keamanan berlapis, mulai dari bagasi yang dipindai, wawancara singkat dengan petugas, hingga pengecekan dokumen perjalanan.
Pertanyaan yang umum diajukan misalnya: Apa tujuan kunjungan Anda? Berapa lama tinggal di Israel? Apakah pernah mengunjungi negara tertentu sebelumnya?
Bagi jamaah umrah Aqsa, biasanya jawabannya adalah untuk wisata religi dan ziarah ke Masjidil Aqsa. Setelah pemeriksaan selesai, paspor kami diberi izin masuk, dan kami pun resmi berada di wilayah Israel. Kota pertama yang kami singgahi adalah jerico teritorial Israel yang diserahkan ke Palestina. Di jerico kami makan siang.

Perjalanan Lanjut ke Kota Al-Quds (Yerusalem)
Setelah melewati perbatasan, perjalanan dilanjutkan dengan bus menuju Yerusalem (Al-Quds). Sepanjang perjalanan, pemandangan semakin memikat: lembah Yordan, bukit zaitun, dan panorama kota suci yang selalu dirindukan umat Islam di seluruh dunia.
Hati kami bergetar ketika dari kejauhan tampak Kubah Emas (Dome of the Rock) yang berdiri megah di kompleks Masjidil Aqsa. Perjalanan panjang yang penuh doa akhirnya membawa kami ke tujuan utama: salat di Masjidil Aqsa, salah satu masjid yang dimuliakan oleh Allah.
BACA JUGA: Melintasi Perbatasan Arab Saudi dan Irak, Mengunjungi Pohon Sahabi Tempat Berteduh Nabi Muhammad SAW (2)
Untuk diketahui, Masjid Al Aqsa adalah masjid kedua yang dibangun dalam sejarah umat manusia. Dalam sebuah haditsh disebutkan bahwa masjid pertama yang dibangun adalah Masjidil Haram, lalu selang 40 tahun masjid Al Aqsa. Salat di masjid Al Aqsa lebih baik 500 kali dibanding salat di masjid lain. Sedangkan salat di Masjidil Haram, 100.000 lebih baik dan salat di Masjid Nabawi di Madinah 1.000 lebih baik.
Dalam sebuah haditsh, masjid Al Aqsa adalah satu dari tiga masjid paling utama dalam Islam.
Tidak boleh menggemarkan perjalanan, kecuali ke tiga masjid, yaitu masjidku ini (Masjid Nabawi), Masjidilharam, Masjidilaqsa.” (HR Bukhari & Muslim, dari Abu Hurairah).
Selain itu, orang yang salat di Masjid Al Aqsa juga diampuni dosanya. Semoga saya dan para rombongan juga diampuni dosa-dosanya. Amin.
Dari Abdullah bin Amru bin Ash, Rasulullah SAW bersabda: “Ketika Sulaiman bin Dawud selesai membangun Baitul Maqdis (dalam riwayat lain disebutkan: membangun Masjid Al-Aqsa, maka ia meminta tiga perkara kepada Allah SWT. Yaitu keputusan hukum yang sejalan dengan keputusan Allah SWT, kerajaan yang tidak selayaknya dimiliki seseorang sesudahnya, dan agar masjid ini tidak didatangi seseorang yang tidak menginginkan selain salat di dalamnya melainkan ia keluar dari dosa-dosanya seperti hari ia dilahirkan ibunya. Kedua perkara yang pertama telah diberikan kepada Sulaiman, dan aku berharap ia juga diberikan yang ketiga.” (HR Ahmad, Nasa’i, Ibnu Majah)
(bersambung).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Pengalaman Perjalanan Ditulis oleh Mulyono, Mitra Tugu Media Group, Pensiunan PT Pegadaian
Editor: Darmadi Sasongko








