Hsinchu, Taiwan, Tugujatim.id — Tim Dosen UM (Universitas Negeri Malang) melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Luar Negeri (PKMLN) bertajuk ‘Penguatan Pendampingan Holistik dan Advokasi Inklusif Berbasis Komunitas untuk Mendukung Kesejahteraan PMI di Taiwan.
Kegiatan dalam rangka menjawab tantangan kesejahteraan dan perlindungan hukum bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Taiwan ini berlangsung pada 18-20 Juli 2025 di Hsinchu Islamic Association (HIA), di Zhulian St No 74, East District, Hsinchu City, Taiwan.
Tim pengabdian ini diketuai oleh Hasan Ismail, S.Pd., M.Sc., Ph.D., dan beranggotakan Drs. Partono, M.Pd., Neo Adhi Kurniawan, S.Pd., S.H., M.H., serta Ninik Setyowati, S.Psi., M.Psi., Ph.D. Program ini dirancang sebagai model pendampingan lintas sektor yang menyasar aspek manajerial komunitas, advokasi hukum, serta penguatan psikologis dan kesejahteraan mental bagi para PMI.
Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk pelatihan manajemen organisasi kepada pengurus HIA, penyusunan dan penerapan SOP layanan sosial dan rumah singgah, serta pelatihan advokasi hukum dan komunikasi efektif. Selain itu, dilakukan juga workshop psikologis untuk memperkuat kesehatan mental para pekerja migran, dengan materi utama seputar Self-Awareness dan kerangka Ryff’s Psychological Well-being. Seluruh materi disampaikan secara partisipatif, relevan dengan budaya komunitas, dan disesuaikan dengan kondisi para PMI di Taiwan.

“Pengabdian ini bukan sekadar program formal, tetapi wujud nyata keberpihakan dan perhatian akademisi terhadap komunitas WNI yang rentan lintas negara,” ujar Hasan Ismail, selaku ketua tim pengabdian.
Melalui pendekatan kolaboratif ini, tim UM tidak hanya mendorong keterlibatan aktif komunitas dalam perlindungan PMI, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan dan sistem kerja yang berkelanjutan. Salah satu keunggulan dari program ini adalah pendampingan dalam pengembangan sistem dokumentasi dan pelaporan kasus berbasis komunitas, yang dapat menjadi model layanan sosial partisipatif di luar negeri.
Sementara itu, Ruswanto selaku perwakilan pengurus HIA menyampaikan apresiasinya atas kehadiran tim Universitas Negeri Malang yang telah memberikan pelatihan dan pendampingan langsung bagi pengurus HIA dan peserta yang hadir. Kegiatan ini dirasakan sangat bermanfaat, terutama dalam memperkuat pemahaman mereka tentang advokasi, manajemen organisasi, dan pengetahuan psikologi penanganan PMI bermasalah untuk mendampingi PMI. hal ini menjadi langkah penting bagi mereka meningkatkan layanan yang lebih profesional dan inklusif bagi pekerja migran yang lain di Taiwan.

Dalam kesempatan yang sama, juga dilakukan penandatangan perjanjian kerjasama antara Universitas Negeri Malang dan HIA dalam penguatan kapasitas komunitas PMI di Taiwan. Kerja sama difokuskan pada pelatihan manajemen organisasi, advokasi hukum, dan layanan konseling psikologis bagi PMI. Selain itu, kolaborasi dalam riset terapan, program pengabdian internasional, dan digitalisasi layanan komunitas juga relevan untuk dikembangkan.
BACA JUGA: ALPTKNI Gelar Rakor dan Monev, Dorong Penguatan Penelitian dan Pengabdian
Program ini selaras dengan pencapaian beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3 (Kesehatan dan Kesejahteraan) melalui penyuluhan dan peningkatan kesehatan mental, SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pelatihan non-formal yang aplikatif, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan memperkuat kapasitas kerja dan organisasi komunitas, serta SDG 10 (Pengurangan Kesenjangan) dengan memberdayakan kelompok rentan di luar negeri. Di sisi lain, kemitraan antara UM, HIA, dan KDEI juga menunjukkan praktik baik dalam mendukung SDG 17 (Kemitraan untuk Tujuan).
Program ini dirancang untuk berkelanjutan dan menghasilkan luaran berupa publikasi ilmiah, artikel media, HKI, serta SOP layanan komunitas yang dapat direplikasi oleh komunitas PMI di negara lain. Pengabdian ini menjadi bentuk nyata kontribusi UM dalam membawa semangat inklusivitas, pemberdayaan, dan perlindungan sosial lintas batas negara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Fajrus Sidiq
Editor: Darmadi Sasongko








