JEMBER, Tugujatim.id – Kondisi antrean bahan bakar minyak di Kabupaten Jember mulai terurai. Padahal, kondisi sebelumnya terjadi antrean BBM di Jember yang mengular di sejumlah SPBU. Antrean ekstrem tersebut setidaknya terjadi sejak Sabtu (26/07/2025).
Di lain pihak, pedagang BBM keliling yang sebelumnya kebanjiran konsumen dengan tarif mencapai Rp20.000 per liter, kini mengalami penurunan daya tarik. Warga memilih mengantre dan menghindari untuk membeli eceran dengan harga yang dinilai terlalu membebani.
Baca Juga: Resahkan Warga, Oknum Tengkulak BBM di Jember Jual Pertalite Rp50 Ribu Per Botol
Berdasarkan pengamatan Tugujatim.id, barisan kendaraan di stasiun BBM area perkotaan seperti Jalan A. Yani mengalami pengurangan signifikan. Pada Senin petang (28/07/2025), antrean BBM di Jember membentang sekitar 900 meter menuju Golden Market.
Namun pada hari berikutnya yaitu Selasa (29/07/2025), barisan hanya mencapai area depan Mapolres Jember dengan jarak maksimal 500 meter.
Fenomena yang sama terlihat di stasiun BBM Jalan Gajah Mada, wilayah Ajung, sampai ke Mangli. Masyarakat masih terlihat berbaris menunggu, tetapi periode menunggu sudah tidak sepanjang dua hari awal terjadinya kelangkaan.
Nuril, warga Jenggawah yang sedang mengantre di SPBU Kecamatan Ajung, menjelaskan, pada Senin lalu, diperlukan waktu lebih dari setengah hari untuk memperoleh BBM, tetapi pada Selasa, durasi antrean hanya memerlukan waktu sekitar 2,5 jam.
“Profesi saya memang menjual bensin eceran, makanya terus-menerus mengambil stok,” jelasnya.
Baca Juga: Stok BBM Jember Naik 2 Kali Lipat, Pertamina Puji Langkah Cepat Bupati Gus Fawait
Sementara itu di SPBU Mangli terdapat barisan sepanjang sekitar 300 meter, salah satu yang mengantre BBM di Jember adalah Amelia Putri dari Kecamatan Panti. Dia memutuskan mengantre BBM di SPBU Mangli karena stasiun dekat tempat tinggalnya mengalami kekosongan stok.
Selama perjalanan, dia menjumpai beberapa penjual bensin keliling yang menawarkan produknya. Namun, dia tidak tertarik membeli karena harga yang berlipat ganda.
“Memang sudah tersedia penjual keliling, tetapi saya lebih memilih mengantre 1-2 jam ketimbang membeli seharga Rp20.000 per liter,” tuturnya.
Meskipun belum sepenuhnya kembali normal, berkurangnya panjang antrean di berbagai lokasi mengindikasikan mulai masuknya distribusi BBM ke Jember. Masyarakat mengharapkan situasi segera stabil kembali, dan tarif BBM dari pedagang keliling kembali pada tingkat yang wajar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








