• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Penulis Rino Hayyu Setyo (tengah) bersama Ketua Fraksi PAN DPRD Kabupaten Kediri Abdul Rasyid, anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Kediri Yusuf Aziz, Fungsionaris Forum Taman Baca Masyarakat (FTBM) Kabupaten Kediri Zanuarifki Taufikurohman, dan Ketua PC IMM Kediri Acmad Yudho Avianto saat membahas literasi di Kota Kediri. (Foto: Rino Hayyu Setyo/Tugu Jatim)

Penulis Rino Hayyu Setyo (tengah) bersama Ketua Fraksi PAN DPRD Kabupaten Kediri Abdul Rasyid, anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Kediri Yusuf Aziz, Fungsionaris Forum Taman Baca Masyarakat (FTBM) Kabupaten Kediri Zanuarifki Taufikurohman, dan Ketua PC IMM Kediri Acmad Yudho Avianto saat membahas literasi di Kota Kediri. (Foto: Rino Hayyu Setyo/Tugu Jatim)

Berbincang Kota Literasi di Rumah Harapan Kediri

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
5 years ago
in the power of silaturahim
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Rino Hayyu Setyo

KEDIRI, Tugujatim.id – Ibarat barang dagangan, seorang pedagang harus benar-benar mengerti dan kenal apa yang sedang ditawarkan kepada khalayak. Seorang pedagang tahu khas Kediri, pun harus bisa menjelaskan mungkin dari sejarah, rasa, dan tekstur ketika dikunjungi wisatawan, pembeli, maupun orang asing. Hal yang menarik salah satunya soal literasi.

Secara ringkas, hal yang paling unik dari sebuah produk tersebut harus ditawarkan untuk menarik perhatian dan simpati khalayak. Hingga akhirnya, seorang pembeli produk akan mau menerima dan membeli produk tersebut. Akan sangat mudah dilihat dan dinilai bila sebuah produk itu berupa barang. Namun, akan membutuhkan waktu yang lebih panjang bila menawarkan sebuah jasa.

You might also like

Tugu Media Group Tour Malaysia

Pelayanan Sepenuh Hati dari Penawar Hospital Johor Malaysia

18/02/2025 3:25 PM
aqua dwipayana tugu jatim

Persahabatan Sejati Dr Aqua Dwipayana dan Ventje Suardana, Kisah Teladan Bakti Anak kepada Orang Tua

24/03/2023 11:06 AM

Dari bilik sebuah kantor, obrolan pada Rabu siang (18/08/2021) itu sangat segar untuk mengusir rasa kantuk yang sewaktu-waktu datang menyelinap. Pertemuan siang itu, seperti membuka ruang harap baru. Apalagi, masih dalam suasana kemerdekaan Republik Indonesia ke-76 tahun yang tiba sehari sebelum pertemuan tersebut.

Kami berlima berkumpul dari berbagai bidang minat kajian dan profesi. Ada Ketua Fraksi PAN DPRD Kabupaten Kediri Abdul Rasyid, anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Kediri Yusuf Aziz, Fungsionaris Forum Taman Baca Masyarakat (FTBM) Kabupaten Kediri Zanuarifki Taufikurohman, dan Ketua PC IMM Kediri Acmad Yudho Avianto.

Selain sebagai Kepala Biro Kediri Tugu Jatim ID, sebelumnya memang saya sudah berkecimpung mulai awal pendirian FTBM Kabupaten Kediri bersama Zanuarifki, tepatnya 2019 silam. Kini, Rifki yang kami dapuk sebagai ketua pun selalu intens berkomunikasi dan mencari varian baru dari kegiatan dan program Taman Baca Masyarakat (TBM).

Di hadapan kedua politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Kediri itu, kami berdiskusi panjang bagaimana perkembangan mulai dari kemelekan aksara atau kini dikenal dengan literasi. Untuk sementara, kami jauhkan dulu dari pembicaraan politik praktis. Kami ingin membedah dan saling mendengar tentang perkembangan literasi.

Apalagi, sudah tuntutan zaman adanya disrubtion era, yakni digitalisasi. Kami harus menyambut itu tanpa harus membuang nilai tradisional atau warisan budaya ke-Indonesiaan, bahkan tentang Kediri-an.
Uniknya, kecakapan dan kemampuan “mendengar” cukup terlihat dari Mas Rasyid dan Mas Yusuf. Meskipun, secara jujur tentu telah banyak kita lihat sendiri bagaimana panggung politisi di Senayan melalui gelombang televisi maupun internet.

Mungkin kita bisa nilai, “banyak ngomong kurang dengar”. Stereotype tentang politisi yang demikian, rupanya harus saya tepis dulu. Saya harus adil untuk menilai kemampuan kedua politikus lokal ini mendengar tentang riset, program, kegiatan, dan landasan filosofis literasi.

Anggukan kepala, gerak jari yang menyambut penjelasan saya dan Rifki tentang pengembangan literasi di Kabupaten Kediri mungkin bisa dinilai untuk memasukkan kedua politikus ini menjadi pendengar dan penanggap yang baik. Bahkan, beberapa literatur sempat kami obrolkan ngalor-ngidul. Termasuk referensi payung hukum di beberapa kota-kabupaten tentang Kota Literasi.

Ya, butuh waktu dan penyampaian yang tepat untuk mengampanyekan apa itu literasi. Tentu ini bukan dagangan tahu. Tapi, ini jasa sosial pendidikan tentang kesadaran untuk terus belajar. Begitulah saya mendapatkan pengetahuan 11 tahun silam di bangku formal tentang pendidikan nonformal yang mengkaji tuntas literasi.

Pembuktian selama dua tahun berkegiatan di FTBM Kabupaten Kediri, mendapat sambutan hangat dari Mas Rasyid yang duduk di Komisi I DPRD Kabupaten Kediri. Begitu pula dengan Mas Yusuf yang menggawangi dan mengawasi bidang sosial, pendidikan, kesejahteraan, dan kesehatan di Kabupaten Kediri.

Secara produk hukum, Mas Rasyid yang menjadi pengawalnya. Tak cukup hanya Mas Rasyid, Mas Yusuf pun menimpali bila DPRD Kabupaten Kediri baru saja mengetuk palu tentang Kota Layak Anak (KLA). Nantinya, Yusuf mengatakan, ada sebuah satgas tiap desa di Kabupaten Kediri yang akan membela hak anak. Termasuk salah satunya jam belajar anak yang tentu terganggu dengan pandemi Covid-19. Salah satu obrolan ini mengerucut agar FTBM Kabupaten Kediri dapat memberikan support system dalam program KLA.

“Ini untuk melindungi hak belajar anak,” ungkap Rasyid.

Sesuai dengan kredonya, PAN ingin menjadi harapan. Dan tidak menambahkan kata palsu seperti yang keluar dari remaja-remaja galau. Semoga mimpi demi mimpi di masa pandemi bisa terwujud dengan berbagai elemen. Mari meleburkan ego untuk membangun budaya literasi di Kabupaten Kediri.

 

*Penulis adalah Kepala Biro Kediri, Tugu Jatim ID.

 

Tags: Agenda silaturahmiBudaya literasiKedirisilaturahimThe Power of Silaturahim
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Tugu Media Group Tour Malaysia

Pelayanan Sepenuh Hati dari Penawar Hospital Johor Malaysia

by Darmadi Sasongko
18/02/2025 3:25 PM
0

MALAYSIA, Tugujatim.id – Ketua Jabatan Pemasaran Penawar Hospital Johor Malaysia, Adeline Sedek menyambut hangat saat Tugu Media Group berkesempatan menyambangi...

aqua dwipayana tugu jatim

Persahabatan Sejati Dr Aqua Dwipayana dan Ventje Suardana, Kisah Teladan Bakti Anak kepada Orang Tua

by Lizya Kristanti
24/03/2023 11:06 AM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Catatan persahabatan bahkan kemudian mewujud menjadi persaudaraan yang erat antara Dr Aqua Dwipayana dengan Ventje Suardana menjadi...

aqua dwipayana tugu jatim

Dr Aqua Dwipayana Sampaikan Sharing Komunikasi dan Motivasi Kepada Seribu Peserta di Kota Yogyakarta

by Lizya Kristanti
17/03/2023 9:04 AM
0

YOGYAKARTA, Tugujatim.id - Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana siap menyampaikan Sharing Komunikasi dan Motivasi bertajuk "Komunikasi Efektif...

aqua dwipayana tugu jatim

Motivator Kawakan Dr Aqua Dwipayana Diundang Khusus “Raja Kacamata” untuk Sampaikan Sharing Komunikasi dan Motivasi Kepada 100 Karyawannya

by Lizya Kristanti
13/03/2023 2:16 PM
0

BATU, Tugujatim.id - Optik Internasional adalah salah satu pelopor jaringan toko optik yang terbaik di Indonesia. Dengan pengalaman yang solid...

Next Post
Kebakaran melanda dua rumah di Desa Tegalkodo, RT 2, RW 04, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro, Kamis malam (19/08/2021). (Foto: Damkar Bojonegoro/Tugu Jatim)

Dua Rumah di Bojonegoro Terbakar, 100 Ekor Ayam Ikut Terpanggang

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID