MOJOKERTO, Tugujatim.id – Ekskavasi Situs Bhre Kahuripan Mojokerto ternyata tidak hanya mendapati struktur bintang lancip.
Tim arkeolog dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jawa Timur turut menguak struktur yang diduga pagar pada sisi selatan situs. Struktur ini mempunyai panjang 20 meter dengan ketebalan sekira 97 hingga 100 sentimeter dan terdiri dari bata merah kuno.
“Tapi belum ditemukan pilar-pilar sebagaimana struktur pagar pada sisi utara. Kalau sebagai perbandingan harusnya pagar sisi selatan mempunyai panjang hingga 183 meter,” ungkap arkeolog BPK XI sekaligus ketua tim ekskavasi Muhammad Ichwan, Selasa (12/08/2025).
Ichwan menambahkan, pihaknya lalu melakukan penggalian pada sisi barat dari struktur pagar selatan. Hal ini ditempuh untuk mencari struktur serta ketebalan yang simetris.
“Dari temuan tersebut mungkin akan direncanakan untuk ekskavasi bagian pagar, mungkin untuk bagian barat itu,” tandasnya.
Sebagai informasi, situs Bhre Kahuripan juga akrab disebut dengan situs Klinterejo. Selain itu, situs ini juga memiliki sebutan lain. Laman Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia menulis bahwa situs ini juga dikenal dengan sebutan Situs Yoni Klinterejo. Nama tersebut muncul sebab dikaitkan dengan keberadaan sebuah yoni yang berada di lokasi situs.
Ukuran yoni yang dimaksud cukup besar. Yoni tersebut memiliki panjang 191 cm, lebar 184 cm dan tinggi 121 cm serta terdapat pahatan dengan motif naga.
Sementara, terdapat pahatan berhias pola simetris pada badan yoni, termasuk sulur-suluran dan daun-daun. Pada satu sisi yoni terdapat bingkai pahatan berangka Jawa kuno.
Sebelumnya, tim arkeolog mendapati struktur berbentuk bintang delapan bersudut lancip di situs yang berada di Klinterejo, Sooko, Kabupaten Mojokerto ini.
Struktur yang tersusun dari bata merah ini diduga kuat berasal dari zaman kerajaan Majapahit. Tak hanya itu, struktur bintang yang dimaksud diduga berfungsi sebagai mandala yang digunakan sebagai penunjang pemujaan pada masa silam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Darmadi Sasongko








