• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Petani Jember

Puluhan Petani Jember tergabung dalam LP2B demo DPRD Jember dan protes kebijakan bupati hapus status lahan sawah. (Foto: Diki Febrianto)

Geram! Petani Jember Datangi DPRD Protes Kebijakan Bupati Hapus Status Lahan Sawah

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
10 months ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

JEMBER, Tugujatim.id – Aksi protes melibatkan puluhan Petani Jember yang tergabung dalam Forum Komunikasi Petani Jember (FKPJ) di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Rabu (20/8/2025) siang.

Para pendemo datang meluapkan rasa kecewanya dan menentang kebijakan kurangnya status Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Wilayah LP2B tersebut mencakupi beberapa kecamatan, seperti Kaliwates dan Sumbersari.

You might also like

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

13/06/2026 8:58 AM
Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

12/06/2026 8:54 PM

Pimpinan FKPJ, Jumantoro, mengungkapkan rasa frustrasi komunitas tani terhadap keputusan sepihak penghapusan status LP2B tersebut. Ia menekankan bahwa area pertanian di kedua wilayah tersebut memiliki tingkat produktivitas tinggi berkat aliran Daerah Aliran Sungai (DAS) Mayang, memungkinkan aktivitas penanaman padi hingga tiga musim annually.

“Mengapa tiba-tiba kepala daerah mengeluarkan regulasi yang mencabut status kedua wilayah ini? Keputusan ini sangat merugikan komunitas petani. Kami mengharapkan sikap terbuka dan akuntabel dari eksekutif daerah, hindari pembuatan kebijakan yang sewenang-wenang dan berdampak negatif bagi petani,” tegas Jumantoro.

Lebih jauh, aktivis petani ini menyayangkan tidak adanya pelibatan stakeholder pertanian dalam proses pengambilan keputusan penghapusan LP2B. Informasi mengenai kebijakan kontroversial ini baru diketahui komunitas petani melalui platform digital belum lama ini.

“Jangan membuat regulasi tanpa konsultasi. Pemerintah selalu menyuarakan program swasembada dan kedaulatan pangan, namun justru menghilangkan lahan subur. Bahkan pemerintah federal fokus menambah, bukan mengurangi lahan pertanian,” kritiknya.

Koalisi FKPJ bersama organisasi Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Himpunan Petani Pemakai Air (Hippa), dan Lembaga Bantuan Hukum Mitra Kawula Nusantara mendesak DPRD Jember, terutama Komisi B, mengadakan dialog terbuka segera.

“Seharusnya ada transparansi penuh. Pemimpin yang dipilih masyarakat bertanggung jawab melayani kepentingan publik, bukan menciptakan aturan unilateral yang merugikan,” lanjut Jumantoro.

Koalisi menilai lembaga legislatif harus berfungsi sebagai penghubung aspirasi masyarakat. Pihaknya mengaku, telah mengirim surat beberapa waktu lalu, namun tidak mendapat tanggapan.

“Apabila tidak ada respons, kami bersiap melakukan aksi yang lebih masif, tidak hanya di gedung dewan, tetapi juga di kediaman resmi bupati,” ancamnya.

Jumantoro juga mengkhawatirkan risiko penyalahgunaan lahan setelah pencabutan status LP2B. Menurutnya, tanpa perlindungan hukum, area produktif tersebut rentan beralih fungsi menjadi kompleks hunian, zona industri, atau fasilitas penyimpanan.

“Kami mendukung pembangunan, namun tidak pada lahan produktif yang menjadi sumber penghidupan petani dan pekerja pertanian,” pungkasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Reporter: Diki Febrianto

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: berita jemberDPRD JemberForum Komunikasi Petani JemberJemberKabupaten Jember
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

by Dwi Linda
13/06/2026 8:58 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Sabtu (13/06/2026) didominasi hujan ringan, udara kabur, dan kondisi berawan di berbagai wilayah....

Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:54 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Operasi pencarian terhadap santri asal Kabupaten Kediri yang terseret ombak di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung,...

Bediding

Fenomena Bediding 2026: Kenapa Suhu Malam hingga Dini Hari Terasa Lebih Dingin Saat Musim Kemarau?

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:22 PM
0

Tugujatim.id - Masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia bagian selatan mulai merasakan perubahan suhu udara yang lebih dingin dalam beberapa hari...

DPRD Surabaya.

Warga Ketar-ketir, DPRD Surabaya Tegaskan Kenaikan Pertamax Bukan Alasan Utama Harga Barang Naik

by Dwi Linda
12/06/2026 6:33 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Menyikapi kenaikan harga Pertamax, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya melihat adanya penyesuaian tersebut tidak serta...

Next Post
Pelajar 17 Tahun di Tuban Tewas Tertabrak Truk Gandeng

Pelajar 17 Tahun di Tuban Tewas Tertabrak Truk Gandeng Usai Jatuh dari Sepeda Motor

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID