JEMBER, Tugujatim.id – Bupati Jember, Muhammad Fawait (Gus Fawait), mengambil keputusan berani dengan mengusulkan seluruh tenaga R4 (tenaga non ASN yang tidak terdata pada database BKN) untuk menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu, meskipun kuota yang disediakan sangat terbatas.
Kabupaten Jember memiliki jumlah tenaga R4 terbesar di Jawa Timur dengan lebih dari 3.378 orang. Angka ini jauh melebihi kabupaten lain seperti Pasuruan yang hanya memiliki sekitar 500 tenaga R4, dan kabupaten lainnya yang tidak mencapai 1.000 orang.
“Jumlah R4 yang ada di Kabupaten Jember ini 3.000 lebih. Sangat besar, bahkan terbesar di Jawa Timur,” ungkap Bupati Fawait pada Rabu (20/8/2025).
Permasalahan muncul ketika pemerintah daerah hanya mendapat kuota 190 orang untuk program PPPK Paruh Waktu, sementara jumlah tenaga R4 mencapai ribuan. Kesenjangan yang sangat besar ini membuat Bupati Fawait harus mengambil keputusan sulit.
BACA JUGA: Pemkab Jember Usulkan 3.378 Tenaga R4 untuk Diangkat PPPK Paruh Waktu
“Saya istikharah, saya salat malam, saya minta petunjuk sama Allah. Mudah-mudahan saya bisa mengambil kebijakan yang adil. Karena kebijakan seorang pemimpin itu akan berkonsekuensi baik di dunia maupun akhirat,” jelasnya.
Setelah melalui proses spiritual dan musyawarah, dan menelaah aturan yang ada, ia memutuskan untuk mengusulkan seluruh tenaga R4 dengan menerima semua konsekuensi yang dapat terjadi ke depan.
“Apapun konsekuensinya akan saya terima karena saya pikir para R4 sudah mengabdikan dirinya di Kabupaten Jember dan punya keluarga yang harus diberikan nafkah,” tambah bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu.
BACA JUGA: BKPSDM Punya Waktu 6 Hari Validasi 3.526 Pegawai R4 Jember yang Saat Ini Tunggu Kepastian
Keputusan Bupati Jember ini mendapat respons positif dari para tenaga honorer. Rifanda, seorang guru honorer di SD Kecamatan Ambulu yang telah mengabdi selama lima tahun sejak 2020, mengungkapkan rasa senangnya.
“Saya sangat senang sekali karena diperjuangkan, nanti insyaallah ada kejelasan terkait yang selama ini kita abdikan dan lakukan,” kata Rifanda.
Ia berharap pengajuan tersebut dapat dikabulkan karena akan memberikan kejelasan masa depan bagi para tenaga honorer yang selama ini berada dalam ketidakpastian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








