Tugujatim.id – Gunung Muria di Jawa Tengah menyimpan banyak pesona alam dan spiritual. Salah satu titik yang paling memikat perhatian para pendaki adalah Puncak Natas Angin yang bisa dicapai melalui jalur menantang bernama Jalur Naga.
“Nama jalur ini sendiri sudah menghadirkan nuansa mistis, seolah para pendaki sedang menapaki punggung naga raksasa yang terhampar di antara hutan dan tebing,” ungkap Mulyono Rekso, salah satu kontributor Tugu Media Group, Kamis (21/08/2025).
Baca Juga: Pesona Puncak Abiyoso yang Sakral, Konon Jadi Lokasi Topo Pendem Presiden Soekarno
Pendakian menuju Puncak Natas Angin membutuhkan tenaga ekstra, namun setiap langkahnya terbayar lunas dengan keindahan yang tersaji. Jalurnya berliku, kadang sempit, dikelilingi pepohonan rimbun dan bebatuan alami yang menambah kesan sakral. Udara sejuk khas Muria menemani perjalanan, membuat rasa lelah berubah menjadi semangat untuk terus melangkah.

Setibanya di Puncak Natas Angin, rasa kagum tidak bisa dibendung. Dari ketinggian ini, mata disuguhi panorama luar biasa: barisan pegunungan yang gagah, hamparan hijau hutan Muria, hingga pemandangan desa-desa di bawah yang tampak mungil.
Saat matahari terbit, kabut tipis menyelimuti lembah, menghadirkan suasana magis yang sulit ditemukan di tempat lain. Sedangkan pada sore hari, langit berwarna jingga keemasan berpadu dengan semilir angin sepoi-sepoi—menjadi momen yang membuat siapa pun merasa dekat dengan Sang Pencipta.

“Puncak Natas Angin bukan hanya destinasi wisata alam, melainkan juga ruang kontemplasi. Banyak orang percaya, di titik ini ada energi spiritual yang menenangkan batin, seolah angin yang berembus membawa pesan keteduhan jiwa,” sambung Mulyono.
Bagi pencinta alam maupun pencari ketenangan, mendaki melalui Jalur Naga menuju Puncak Natas Angin adalah pengalaman yang tidak hanya menawarkan pemandangan menakjubkan, tetapi juga perjalanan batin yang penuh makna.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mulyono Rekso
Editor: Dwi Lindawati








