JEMBER, Tugujatim.id – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan terbukti menjadi penopang layanan kesehatan masyarakat Indonesia, termasuk di Kabupaten Jember. Dengan prinsip gotong royong, peserta BPJS Kesehatan Jember yang sehat membantu yang sakit, sementara yang mampu ikut membantu peserta yang kurang mampu.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jember Yessy Novita menyebut jika dana jaminan sosial yang dikelola tidak hanya tercatat sebagai angka di laporan keuangan, tetapi mencerminkan wujud solidaritas sosial. Yessy menegaskan, bahwa seluruh dana iuran peserta Program JKN digunakan sepenuhnya untuk membiayai pelayanan kesehatan masyarakat.
Pengelolaan dana dilakukan secara transparan dengan berlandaskan prinsip gotong royong, sehingga setiap peserta tetap mendapatkan perlindungan kesehatan sesuai haknya.
“Dana yang terkumpul dari iuran peserta digunakan sepenuhnya untuk membiayai pelayanan kesehatan, mulai dari rawat jalan, rawat inap, hingga tindakan medis besar seperti operasi jantung dan cuci darah. Prinsip gotong royong menjadi dasar pengelolaannya, di mana yang sehat membantu yang sakit dan yang mampu membantu yang kurang mampu,” ujarnya pada Jumat (08/08/2025).
Setiap rupiah iuran peserta, tambah Yessy, menjadi bagian dari sistem yang berkesinambungan demi menjaga keberlangsungan Program JKN.
Hal ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional serta Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan, yang mengamanatkan agar dana iuran dimanfaatkan sepenuhnya untuk pelayanan kesehatan peserta.
“Dana jaminan sosial kesehatan yang kami kelola sepenuhnya diperuntukkan bagi pembiayaan pelayanan kesehatan peserta JKN. Mulai dari layanan di fasilitas kesehatan tingkat pertama hingga rumah sakit rujukan, pembelian obat dan alat kesehatan, program promotif dan preventif, hingga pembayaran klaim kepada fasilitas kesehatan. Tidak ada satu rupiah pun yang digunakan di luar kepentingan peserta,” tegas dia.
Perempuan berhijab ini menekankan, jika dana jaminan sosial kesehatan adalah milik bersama seluruh peserta JKN dan dikelola berdasarkan prinsip gotong royong. Pihaknya berkomitmen agar setiap peserta tetap memiliki hak untuk mendapatkan layanan kesehatan yang layak.
“Dana ini bersumber dari iuran peserta dan sepenuhnya digunakan untuk membiayai pelayanan kesehatan. Karena sifatnya gotong royong, menjaga dana ini berarti menjaga hak kita semua untuk mendapatkan layanan kesehatan yang layak,” lanjutnya.
Untuk itu, dia berharap agar seluruh peserta dapat membayarkan iuran tepat waktu. Sebab, keberlangsungan Program JKN tidak lepas dari peran jutaan peserta dari berbagai latar belakang yang menjaga dana jaminan sosial melalui kepatuhan membayar iuran. Iuran tersebut bukan hanya kewajiban, tetapi wujud gotong royong demi kesehatan bersama.
“Kami mengajak seluruh peserta membayar iuran tepat waktu dan mengedepankan rasa tanggung jawab bersama. Menjaga dana jaminan sosial bukan hanya tugas lembaga pengelola, tetapi juga kewajiban seluruh peserta demi keberlangsungan layanan kesehatan yang adil dan merata,” pungkasnya.
Warga Jember Bantu Warga Lain meski Penghasilan Tidak Stabil
Di sisi lain, Suwoko, 53, mengatakan bahwa dia rutin membayar iuran JKN meski penghasilannya tidak selalu stabil. Dia memandang iuran BPJS Kesehatan Jember tersebut sebagai bentuk kontribusi untuk membantu warga lain yang membutuhkan layanan kesehatan.
“Saya ini petani, penghasilan tidak selalu sama tiap bulan. Tapi iuran JKN saya utamakan, karena saya tahu uang itu dipakai untuk membantu sesama. Kalau dana jaminan sosial tetap ada, semua orang bisa berobat tanpa takut mahal,” ucap pria yang bekerja sebagai petani itu.
Suwoko merasakan sendiri manfaat JKN ketika keluarganya memerlukan pengobatan. Dia menekankan bahwa membayar iuran tepat waktu adalah cara sederhana untuk melindungi hak kesehatan bersama.
“Kalau kita semua disiplin bayar iuran, kita sedang menjaga masa depan kesehatan bangsa ini. Karena pada akhirnya, yang kita tolong bukan hanya orang lain, tapi juga diri kita sendiri,” tutupnya. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Feni Yusnia
Editor: Dwi Lindawati








