BOJONEGORO, Tugujatim.id – Puluhan pelajar SMA-SMK tampak duduk rapi sambil menyimak materi dari para jurnalis televisi yang tergabung dalam IJTI Pantura Raya. Suasana Aula Ademos, Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, tampak berbeda pada Sabtu (23/08/2025).
Mereka bukan sedang belajar di kelas biasa, melainkan mengikuti Sinau Jurnalistik dan Broadcasting yang digelar Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Pantura Raya.
Baca Juga: Dari Ruang Kelas ke Ruang Publik: UAS Mahasiswa KPI UIN Tulungagung Gelar Festival Jurnalistik
Sedikitnya ada 40 pelajar yang ikut ambil bagian. Mereka datang dari SMAN 1 Tambakrejo, SMKN 1 Ngambon, SMKN Ngasem, hingga perwakilan dari Ademos, PDAM, dan guru pendamping. Bagi sebagian besar peserta, ini adalah pengalaman pertama berinteraksi langsung dengan jurnalis televisi.
Sinau Jurnalistik kali ini menjadi program perdana IJTI di Bojonegoro. Tujuannya jelas, membekali generasi muda agar tidak sekadar menjadi penonton di tengah derasnya arus informasi digital. Mereka diajak paham cara menulis berita, teknik mengambil gambar, hingga praktik broadcasting langsung.
Sekretaris IJTI Korda Pantura Raya Dion Fajar Arianto menyampaikan rasa bangga atas terselenggaranya acara ini. Awalnya, program ini dirancang untuk keliling sekolah, namun akhirnya dipusatkan di Aula Ademos karena pertimbangan teknis.
“Selamat untuk kawan-kawan IJTI di Bojonegoro. Kegiatan ini berjalan lancar berkat kerja sama semua pihak. Terima kasih juga untuk Ademos dan para sponsor yang sudah mendukung,” tutur Dion.

Jurnalis Trans media ini menegaskan, yang membuat acara ini spesial adalah peserta tidak hanya menerima teori, melainkan juga praktik.
“Ada tiga materi inti: jurnalistik dan literasi digital, teknik pengambilan gambar, serta praktik broadcasting. Jadi, mereka bisa langsung merasakan bagaimana kerja jurnalis di lapangan,” tambahnya.
Hal senada disampaikan perwakilan Ademos Arsyad. Menurut dia, literasi digital untuk pelajar adalah kebutuhan mendesak di era banjir informasi seperti sekarang.
“Anak-anak ini setiap hari berhadapan dengan gawai dan media sosial. Mereka bisa menjadi penyampai informasi, tapi harus diarahkan agar bijak dan bertanggung jawab,” jelas Arsyad.
Dia berharap, setelah mengikuti kegiatan ini, pelajar Bojonegoro lebih cerdas dan bijak dalam menggunakan media sosial. Tidak hanya sebagai tempat hiburan, tapi juga wadah menyebarkan hal-hal positif dan edukatif.

Kehadiran Sinau Jurnalistik IJTI Pantura Raya di Bojonegoro menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan. Dengan belajar langsung dari praktisi, pelajar tidak hanya mendapatkan ilmu baru, tapi juga pengalaman nyata yang sulit didapat di bangku sekolah.
Apalagi di era digital, siapa pun bisa menulis, memotret, bahkan menyiarkan informasi. Namun tanpa literasi yang baik, risiko penyebaran hoaks dan informasi keliru semakin besar.
Melalui kegiatan ini, pelajar Bojonegoro diharapkan tumbuh menjadi generasi kritis, kreatif, dan melek media. Mereka bisa menjadi agen perubahan yang membawa warna baru dalam dunia informasi sekaligus berkontribusi positif bagi masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








