MALANG, Tugujatim.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui dinas perhubungan (dishub) terus mematangkan pelaksanaan program angkot pelajar gratis. Saat ini, tahapan yang sedang dilakukan adalah audit eksternal terhadap koperasi atau badan usaha yang akan menaungi angkutan kota dalam program tersebut.
Kepala Dishub Kota Malang Widjaja Saleh Putra mengatakan, program ini dirancang untuk melibatkan sekitar 80 angkot pada tahap awal pelaksanaan. Menurut dia, para sopir angkot pelajar gratis nantinya akan memperoleh insentif dari Pemkot Malang melalui koperasi atau badan usaha yang menjadi mitra pelaksana.
“Saat ini masih proses audit eksternal dari konsultan publik untuk memastikan koperasinya bagus. Karena ini ada empat koperasi,” kata Widjaja, Selasa (21/7/2026).
Baca Juga: 80 Angkot Gratis PP bagi Pelajar Kota Malang, Operasional Tinggal Tunggu Perwal
Dia menjelaskan keberadaan koperasi atau badan usaha menjadi syarat penting agar program memiliki dasar hukum yang jelas sesuai ketentuan yang berlaku.
“Rencananya memang disebutkan bahwa program angkot pelajar gratis ini dapat dilakukan oleh badan usaha atau koperasi,” ujarnya.
Upaya Pemkot Berdayakan Sopir Angkot
Widjaja menambahkan, berdasarkan rekomendasi Bagian Hukum Sekretariat Daerah (Setda) Kota Malang, proses pembentukan sekaligus verifikasi badan usaha atau koperasi harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum program dijalankan. Karena itu, dishub masih menunggu hasil audit yang dilakukan oleh konsultan independen.
“Kalau soal kapan selesai auditnya, tentu kami menanti konsultan dari tim audit selesai,” katanya.
Menurut Widjaja, program angkot pelajar gratis tidak hanya bertujuan mempermudah akses transportasi bagi siswa menuju sekolah, tetapi juga menjadi langkah pemberdayaan bagi para sopir angkot yang selama beberapa tahun terakhir menghadapi penurunan jumlah penumpang.
Baca Juga: 80 Armada Bakal Jadi Angkot Gratis Pelajar Kota Malang
Dia menyebut persaingan dengan transportasi berbasis aplikasi serta hadirnya layanan Bus Trans Jatim membuat angkutan kota konvensional semakin kehilangan penumpang.
Melalui program ini, Pemkot Malang berharap layanan angkutan umum dapat kembali dimanfaatkan masyarakat, sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pengemudi angkot tanpa mengurangi akses pelajar terhadap transportasi yang aman dan terjangkau.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: M Sholeh
Editor: Dwi Lindawati








