Tugujatim.id – Saat tulisan ini dibuat, Jum’at (29/8/2025) penulis sudah berada di Indonesia. Tak terasa, satu pekan sebelumnya masih shalat Jum’at di Masjid Nabawi, Kota Madinah.
Ustadz Mujib, mutowif yang membimbing rombongan kami, menyebut bahwa rombongan kami termasuk beruntung. Meski cuma sekitar tiga hari di Madinah, rombongan ini sempat merasakan shalat jum’at di Masjid Nabawi.
Ya, shalat jum’at di Masjid Nabawi memang idaman banyak orang. Ini terlihat dari selalu full crowded-nya Masjid yang di dalamnya terbaring jenazah Nabi Muhammad SAW, pembawa risalah Islam.
Bahkan, Ilhamuddin, salah seorang rombongan kami asal Ketapang, Kalimantan Barat, sudah berangkat sejak jam 8 pagi agar mendapatkan tempat di depan dan nyaman.

Padahal, shalat jum’at baru dimulai sekitar pukul 12.30 Waktu Arab Saudi.”Ilham sudah berangkat duluan jam delapan pagi,” kata Ahmad Muzakki Muafi, salah seorang rombongan kami yang satu kamar dengan Ilhamuddin.
Penulis yang bertemu dengan Ahmad Muzakki saat hendak menuju masjid, berangkat sekitar pukul 09.00 WIB. Itupun, sudah tidak bisa berada di saf paling depan.
Selama proses menunggu shalat jum’at, para jama’ah mengisi dengan membaca Alquran, berdizikir, hingga melaksanakan beberapa shalat sunnah.
Sedangkan untuk khutbah, terbilang tidak terlalu lama, mungkin total antara 20-30 menit. Baru setelah itu, shalat Jum’at seperti biasa.

Suasana terasa haru saat sang imam memimpin shalat jumat. Dengan suara yang merdu, sang imam memimpin shalat dua raka’at.
Tak terasa, air mata menetes deras. Selain suasana haru dari bacaan sang imam, juga karena setelah selesai shalat ini, kita akan meninggalkan Madinah menuju Kota Makkah.
Air mata yang menetes deras itu seperti sebuah keinginan kelak bisa diberi kesempatan kembali ke Kota Madinah, kota bagi para perindu.
Setelah selesai shalat, penulis lambaikan tangan penulis ke Makam Nabi Muhammad SAW, sebagai tanda pamitan kepada beliau.
Tulisan ini adalah catatan seri ke-16 berkat kerja sama antara Chatour Travel dan Tugu Media Group dalam program ‘Catatan Umrah’.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Irham Thoriq
Editor: Darmadi Sasongko








