JEMBER, Tugujatim.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jember melaporkan lonjakan kasus campak yang menyerang puluhan anak-anak. Data terkini menunjukkan wabah Campak menyerang 36 anak, sementara 148 kasus lainnya masih dalam tahap investigasi medis.
Akhmad Helmi Luqman, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Jember, mengungkapkan bahwa Kecamatan Sumberbaru menjadi wilayah dengan konsentrasi kasus tertinggi.
Pejabat kesehatan tersebut mengidentifikasi resistensi masyarakat terhadap program vaksinasi sebagai akar permasalahan utama. Fenomena penolakan imunisasi bahkan merambah ke lingkungan pendidikan.
“Kami menemukan orang tua yang secara tegas melarang anak-anak mereka mengikuti program vaksinasi. Bahkan ada yang secara khusus meminta guru untuk memastikan anaknya tidak mendapat suntikan imunisasi,” ungkap Helmi saat dikonfirmasi pada Kamis (28/8/2025).
Untuk mengatasi resistensi ini, pihak Dinkes Jember telah memobilisasi para ulama dan ketua komunita untuk memberikan edukasi terkait pentingnya vaksin campak bagi anak-anak sebagai upaya pencegahan.
“Kami terus berupaya memberikan pencerahan kepada para orang tua, mengingat anak-anak merupakan estafet masa depan bangsa. Masih banyak yang memiliki kekhawatiran berlebihan terkait efek samping vaksin, bahkan mempersoalkan status kehalalannya,” paparnya.
Terkait kondisi 36 anak yang terinfeksi, Helmi menyampaikan kabar menggembirakan bahwa mayoritas pasien telah menunjukkan perbaikan kondisi. Ia menegaskan tidak ada yang sampai meninggal dunia.
“Syukurlah kami telah memberikan suplemen vitamin A dan terapi medis yang komprehensif. Dari keseluruhan kasus, hanya dua anak yang memerlukan perawatan rumah sakit karena mengalami komplikasi serius seperti mual berkepanjangan dan hipertermia. Pasien lainnya cukup menjalani pengobatan rawat jalan,” terangnya.
Helmi menjelaskan bahwa manifestasi klinis campak meliputi hipertermia yang disertai ruam kemerahan pada permukaan kulit yang menyerupai varisela, dengan target utama balita. Durasi pemulihan, menurutnya, dapat mencapai tujuh hari bila mendapat penanganan medis yang optimal.
Pejabat kesehatan itu juga mengingatkan bahwa campak bukan hanya mengancam anak-anak, tetapi juga individu dewasa yang belum memiliki kekebalan tubuh melalui vaksinasi.
“Virus ini dapat menjangkiti siapa saja tanpa pandang usia. Transmisinya terjadi melalui droplet pernapasan, kontak dengan sekret tubuh, bahkan dapat menginfeksi melalui mata. Oleh karena itu, sangat penting menggunakan pelindung wajah dan menerapkan protokol kebersihan yang ketat,” pesannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








