SURABAYA, Tugujatim.id – Barisan Nasional Pemuda Madura (BNPM) merespons aksi demo yang terjadi di berbagai daerah memporak-porandakan gedung-gedung pemerintahan dan fasilitas publik. Aksi rusuh itu disebut-sebut diduga dilakukan oleh provokator. Karena itu, BNPM mengajak masyarakat peduli dan menolak provokasi. Mereka ikut membantu upaya revitalisasi yang dilakukan pemerintah.
Sekjen DPP BNPM Fahmi Katili menyatakan, BNPM sejak awal memberikan instruksi kepada anggota agar tidak turun aksi dengan menggunakan atribut. Artinya, personal anggota boleh ikut aksi namun tidak boleh membawa nama BNPM.
Baca Juga: Pelantikan DPP BNPM, Sahid SH Jadi Ketua Umum, Fahmi Katili Jadi Sekjen
“Jadi sejak awal BNPM berkomitmen untuk mendukung aksi penyampaian aspirasi secara damai dan tidak anarkis,” jelasnya.
Fahmi melanjutkan, BNPM juga memberikan instruksi kepada anggota agar tidak ikut serta dalam aksi penjagaan yang disebut Pam Swakarsa, dengan atribut BNPM. Namun secara personal, banyak individu dari BNPM yang ikut serta membantu menjaga daerah masing-masing.
“Hasil analisis kami, yang perlu saat ini adalah mendukung revitalisasi pemerintah, terutama di Jawa Timur, yang porak-poranda,” ujar Fahmi.
Misalnya di Kabupaten Kediri, museum dan kantor pemerintah menjadi sasaran pembakaran. Begitu juga yang terjadi di Surabaya, gedung Pemprov Jatim tidak luput dari sasaran aksi. Adapun di Kota Malang, polisi menangkap terduga provokator yang melempar molotov yang saat ini sudah naik status jadi tersangka.
“Kami juga sudah berdiskusi dengan sejumlah tokoh, akademisi, dan organisasi lainnya, untuk sama-sama mendukung pada upaya perbaikan di daerah masing-masing,” pungkasnya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Feni Yusnia
Editor: Dwi Lindawati








